Tentang SPMAA

Sumber Pendidikan Mental Agama Allah yang disingkat SPMAA adalah sebuah Pesantren yang didirikan pada tahun 1961 oleh Bapak Moh. Abdullah Muchtar. Perintisan itu dimulai di daerah Sumatra dengan pendirian Madrasah diniyah. Berlanjut di daerah Lamongan Jawa Timur, kini SPMAA telah memiliki proyek pengembanganprogram di hampir 33 propinsi di seluruh Indonesia

Program yang ditangani meliputi penampungan dan pelayanan yatim-piatu, fakir miskin, beasiswa, pemberdayaan ekonomi rakyat. Penangan anak-anak jalanan, buruh dan kaum urban serta masyarakat sekitar hutan dalam peningkatan taraf hidup mereka. selain mengembangkan pendidikan pesantren dengan biasiswa penuh , juga melakukan pengiriman tenaga-tenaga da’i sukarela ke daerah-daerha terutama yang terpencil dan terisolir.

SPMAA didirikan dengan maksud sebagai wadah perjuangan dalam usaha meneruskan dan meluruskan ajaran-ajaran Islam yang telah lama ditinggal Nabi Muhammad SAW. SPMAA berdiri dengan tujuan utama mengajak umat manusia untukkembali kepada sendi-sendi ISlam yang mempunyai tiga Konsep Utama :

1. Ingat Allah

Disaat Apapun, dimanapun manusia diwajibkan untuk megingat dan mencintai Allah Pencipta Alam Semesta, sehingga sangat tidak pantas apabila manusia tidak mengingat-Nya. Sementara Nabi SAW sendiri menangis semalam suntuk karena beberapa saat saja lupa mengingat Allah SWT. Ketika berdampingan dengan ‘Aisyah (istri beliau) kemudian turunlah teguran Allah SWT pada QS. 3:190-191. Yang menyebutkan orang-orang yang beriman ialah orang yang selalu mengingat dan mencintai Allah SWT saat duduk, berdiri, berbaring dan saat apapun. dan Adalah manusia yang tidak berakal apabila tidak merasakan dan melaksanakan hal tersebut.

2. Ingat Mati

Manusia mempunyai sejarah kelanjutan hidup di akhirat, adalah sangat patut sekali apabila selalu mengingat dan berusaha mempersiapkan perbekalan untuk kehidupan disana. Jika didunia butuh sandang, pangan, papan, maka disanapun insani membutuhkan hal yang sama. Tapi kebanyak manusia tiada fikirkan hal itu. atau lebih banyak memikirkan kebutuhan duniawi dari pada kebutuhan ukhrowi. padahal kehidupan di sana lebih kekal abadi QS. Al Hasyr:18-19, QS. An-Nazi’at:38-39

3. Kasih Sesama

Manusia satu denganyang lain adalah saudara. Sehingga sepatutnyalah apabila interaksi yang terjadi dipenuhi oleh sikap saling mengasihi, mencintai diantara sesamanya. Konsep kasih sesama adalah satu falsafah yang menekankan pada keutamaan dan kewajiban mementingkan kebutuhan agama, bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi. Riilnya, jika mendapatkan hasil usaha selalu cenderung untuk kebersamaan, memberikan pertolongan kepada yang membutuhkan, bukan hanya untuk kepentingan pribadi. Jika mendapatkan hasil usaha adalah untuk kebersamaan (memberikan pertolongan kepada yang membutuhkan) bukan hanya untuk kepentingan pribadi.

Kasih sesama juga direalisasikan dalam metode dakwah. Dalam arti ketika mendengar saudara kita terlibat kesalahan, kesesatan, maka yang kita lakukan adalah mendekati, memberikan nasehat dan mendoakannya, bukan mencemooh dan memusuhi. bagaikan seseorang yang melihat anak kejebur (tercebur) sumur atau rumah terbakar maka seraya tindakan yang paling baik adalah emnolong anak tersebut dan bukannya malah melempari batu agar tenggelam serta berusaha memadamkan api itu biar tidak rusak totaldan bukannya menyiramkan bensin agar tambah berkobar. Kecuali jika dipandang telah terlalu berat dan kritis serta tidak memungkinkan lagi ditolong dan diperingatkan. bahkan dimungkinkan akan memberi pengaruh negatif pada masyarakat yang belum tertular belum terkontaminasi. untuk keadaan ini boleh diperangi.

Seperti yang dilakukan nabi saat memerangi orang kafir. jadi itu alternatif terakhir, sebagai pilihan terbaik. Karena kalau dibiarkan akan membawa orang lain terpengaruh kafir atau segolongan manusia yang diperingatkan tiada bersadar, bahkan berpengaruh negatif masyarakat umum untuk menumpas seruan yang baik.

Tiga sendi tersebut yang melandasi gerakan dan kegiatan SPMAA. Dengan berpedoman pada Al Qura’an dan Al hadist, untuk melangkah menunaikan amanat Allah sebagai kholifatu fil ardl.

Sumber : Buku MA. Muchtar SPMAA dan ajarannya