<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sumber Pendidikan Mental Agama Allah &#187; Pendidikan dan Pesantren</title>
	<atom:link href="http://spmaa.or.id/topik/pendidikan-dan-pesantren/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://spmaa.or.id</link>
	<description>Ingat Allah, Ingat Mati dan Kasih Sesama</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Jun 2011 04:27:32 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Belajar Mentoring Bersama SPMAA dan Universitas Indonesia</title>
		<link>http://spmaa.or.id/headline/tahun/2011/bulan/06/tanggal/07/738/belajar-mentoring-bersama-spmaa-dan-universitas-indonesia.html</link>
		<comments>http://spmaa.or.id/headline/tahun/2011/bulan/06/tanggal/07/738/belajar-mentoring-bersama-spmaa-dan-universitas-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jun 2011 04:27:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gusadhim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan dan Pesantren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spmaa.or.id/?p=738</guid>
		<description><![CDATA[LAMONGAN ~ Laporan pandang mata hari ke-5 &#8220;Belajar Mentoring Bersama Santri SPMAA &#38; Mahasiswa Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia&#8221;, Jumat pagi (3/6).
Hari terakhir program diisi kegiatan pelayanan kemanusiaan. Setelah 4 hari berbagi praktik-praktik terbaik manajemen ilahiah, mereka diberi kesempatan ujicoba komunikasi perubahan perilaku (BCC/behavour change communication) dengan cara memandikan plus merawat survivor wanita dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LAMONGAN</strong> ~ Laporan pandang mata hari ke-5 &#8220;Belajar Mentoring Bersama Santri SPMAA &amp; Mahasiswa Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia&#8221;, Jumat pagi (3/6).</p>
<p><a href="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2011/06/242651_2075465492130_1409739066_2496338_2566319_o.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-739" title="Dua mahasiswi Magister Manajemen FE-UI sedang praktik merawat Lansia dan wanita penghuni shelter PENGAWAL (Perlindungan Anak Wanita Lansia) di komplek asrama Ponpes SPMAA" src="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2011/06/242651_2075465492130_1409739066_2496338_2566319_o-199x300.jpg" alt="Dua mahasiswi Magister Manajemen FE-UI sedang praktik merawat Lansia dan wanita penghuni shelter PENGAWAL (Perlindungan Anak Wanita Lansia) di komplek asrama Ponpes SPMAA" width="199" height="300" /></a>Hari terakhir program diisi kegiatan pelayanan kemanusiaan. Setelah 4 hari berbagi praktik-praktik terbaik manajemen ilahiah, mereka diberi kesempatan ujicoba komunikasi perubahan perilaku (BCC/behavour change communication) dengan c<span style="display: inline;">ara memandikan plus merawat survivor wanita dan lansia yang ada di shelter PENGAWAL (pusat perlindungan anak, wanita, lansia) SPMAA.</p>
<p>Peserta putri merawat survivor di asrama putri, sedang peserta putra berkegiatan di asrama putra. Mereka belajar kasih memanusiakan manusia tanpa imbuhan SARA. Agar keilmuan kampus di menara tinggi bisa membumi di pelataran pertiwi. Supaya bisa merasakan kehidupan yang ditakdirkan berbeda dari kondisi normal umumnya.</p>
<p>&#8220;Rangkaian kegiatan ini sesuai pesan Prof. Rhenald pada kami, bahwa teman-teman mahasiswa pasca sarjana UI yang ikut program Mentoring butuh diajak praktik melayani sesama manusia. Supaya tumbuh jiwa kasih dan cinta kepada sesama manusia, terutama peduli pada fakta Indonesia,&#8221; jelas Gus Hafidh, Pembina Yayasan SPMAA</p>
<p>Enam belas mahasiswa pasca sarjana Magister Manajemen FE-UI yang diampu Prof. Rhenald Kasali ini bersama ratusan santri SPMAA mencoba belajar jadi manusia yang berfigur penggembala. Harapannya, semoga bila ditakdirkan memimpin keluarga Indonesia nantinya, mereka tak akan segan turun tangan dan biasa tidur berdesakan di tengah jelata rakyatnya.</p>
<p>Live in five days, long life learning. Mengusap air mata saudara sebangsanya dengan tulus semata, bukan karena pencitraan kamera. Membagi cerita survivor Indonesia bersama potensi syukur Nusantara. Mengamalkan Pancasila tanpa kata.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spmaa.or.id/headline/tahun/2011/bulan/06/tanggal/07/738/belajar-mentoring-bersama-spmaa-dan-universitas-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SPMAA Roadshow Internet Keluarga di 4 Kota</title>
		<link>http://spmaa.or.id/headline/tahun/2010/bulan/12/tanggal/11/718/spmaa-roadshow-internet-keluarga-di-4-kota.html</link>
		<comments>http://spmaa.or.id/headline/tahun/2010/bulan/12/tanggal/11/718/spmaa-roadshow-internet-keluarga-di-4-kota.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Dec 2010 08:17:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gusadhim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan dan Pesantren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spmaa.or.id/?p=718</guid>
		<description><![CDATA[
SPMAA – Yayasan SPMAA bekerjasama dengan komunitas blogger TuguPahlawan.Com (TPC) Surabaya menggelar kampanye Internet Keluarga (IGA) di 4 kota kabupaten di Jawa Timur. Kegiatan roadshow ini didukung oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan Telkom Divre V Jawa Timur.

Menurut Gus Hafidh, Pembina SPMAA, acara ini diadakan sebagai jawaban atas maraknya fenomena penggunaan internet yang keliru. Terutama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- p { margin-bottom: 0.21cm; } --></p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="JUSTIFY"><strong>SPMAA – </strong><span style="font-weight: normal;">Yayasan SPMAA bekerjasama dengan komunitas </span><em><span style="font-weight: normal;">blogger </span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">TuguPahlawan.Com (TPC) Surabaya menggelar kampanye Internet Keluarga (IGA) di 4 kota kabupaten di Jawa Timur. Kegiatan </span></span><em><span style="font-weight: normal;">roadshow </span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">ini didukung oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan Telkom Divre V Jawa Timur.</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal; font-weight: normal;" align="JUSTIFY">
<div id="attachment_719" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/12/Lamogan3.jpg"><img class="size-medium wp-image-719" title="Lamogan3" src="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/12/Lamogan3-300x225.jpg" alt="Gus Hafidh berkampanye internet keluarga di Lamongan" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Gus Hafidh berkampanye internet keluarga di Lamongan</p></div>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal; font-weight: normal;" align="JUSTIFY">Menurut Gus Hafidh, Pembina SPMAA, acara ini diadakan sebagai jawaban atas maraknya fenomena penggunaan internet yang keliru. Terutama di kalangan pelajar, remaja dan anak-anak. Faktor maraknya penyalahgunaan internet ini selain karena pergaulan, juga karena dipengaruhi ketidakmengertian keluarga dalam memanfaatkan internet bagi anggota komunitasnya.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal; font-weight: normal;" align="JUSTIFY">
<p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal; font-weight: normal;" align="JUSTIFY">“Kita memahami bahwa internet memiliki sisi negatif yang mengkawatirkan. Tapi jika kita bisa mengarahkannya dengan baik, internet bisa memberi manfaat banyak. Terutama untuk pencerdasan dan peningkatan produktifitas keluarga. Makanya lewat kegiatan ini, kita lakukan advokasi peran keluarga sebagai pemanfaat internet yang sehat. Karena keluarga adalah filter terbaik dalam menjaga anggota komunitasnya dari sisi buruk internet,” ujar Gus Hafidh</p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal; font-weight: normal;" align="JUSTIFY">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="JUSTIFY"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">Surabaya terpilih sebagai kota pertama yang disinggahi kegiatan ini. Bertempat di Gedung Dekranasda, </span></span><em><span style="font-weight: normal;">roadshow</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"> pertama IGA dilangsungkan bersama seratusan peserta, Rabu siang (8/12). Kegiatan dipandu oleh Mas Novi dari TPC dan Gus Hafidh dari SPMAA. Peserta yang datang mewakili ibu rumah tangga, pekerja sosial, pelajar, tokoh masyarakat, tokoh agama, guru, dan pegiat pendidikan dari Surabaya. Beberapa peserta pelajar mengaku datang luar kota seperti Gresik Lamongan.</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal; font-weight: normal;" align="JUSTIFY">
<p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal; font-weight: normal;" align="JUSTIFY">
<div id="attachment_720" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/12/pacitan.jpg"><img class="size-medium wp-image-720" title="pacitan" src="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/12/pacitan-300x225.jpg" alt="Tim SPMAA-IGA mendampingi ibu-ibu jamaah pengajian di Pacitan" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Sosialisasi IGA bersama ibu-ibu jamaah pengajian di Pacitan</p></div>
<p>Mereka nampak antusias dan bersemangat mengikuti seluruh sesi teori hingga materi praktik. Dengan 25 unit laptop pinjaman IGI dan koneksi gratis dari Speedy, kegiatan selama hampir 3 jam ini berlangsung semarak dan membersyukurkan. Saat pentupan acara, Tim SPMAA-IGA membagikan pin kepada peserta sebagai kenang-kenangan sekaligus pengikat komitmen dalam pemasyarakatan internet keluarga di komunitasnya.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal; font-weight: normal;" align="JUSTIFY">
<p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal; font-weight: normal;" align="JUSTIFY">Esoknya paginya, Kamis pagi (9/12), kota Pacitan mendapat giliran. Acara yang digelar di Rumah Pintar Pacitan ini bekerjasama dengan FK-PSM (Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat Jawa Timur) Kabupaten/Kota Pacitan. Sebanyak 25 peserta hadir mewakili unsur pekerja sosial, guru, tokoh agama, dosen, relawan Rumah Pintar, pegiat perpustakaan, pelajar dan ibu rumah tangga.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal; font-weight: normal;" align="JUSTIFY">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="JUSTIFY"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">Sebelum acara di Rumah Pintar, Tim SPMAA-IGA, sempat melatih ibu-ibu jamaah pengajian di Masjid Agung Darul Falah Pacitan. Sesaat setelah sholat berjamaah Subuh, Gus Hafidh bertaaruf dan diskusi dengan mereka tentang tujuan ke Pacitan. Dari diskusi itu, seorang wakil dari jamaah meminta Tim SPMAA-IGA menggelar pengajian. Materinya </span></span><em><span style="font-weight: normal;">ngajinya </span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">tentang internet keluarga dan pemanfaatannya  bagi penunjang </span></span><em><span style="font-weight: normal;">amar makruf nahi munkar.</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"> Pengajian dadakan ini diikuti 20-an peserta ibu-ibu rumah tangga.</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal; font-weight: normal;" align="JUSTIFY">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="JUSTIFY"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"> </span></span></p>
<div id="attachment_721" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/12/sumenep13.JPG"><img class="size-medium wp-image-721" title="sumenep13" src="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/12/sumenep13-300x225.jpg" alt="Suasana sosialisasi SPMAA-IGA di warnet Rajanet Sumenep" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Suasana sosialisasi SPMAA-IGA di warnet Rajanet Sumenep</p></div>
<p>Sepulang dari Pacitan, <em><span style="font-weight: normal;">roadshow </span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">IGA berikutnya diadakan di Lamongan. Pondok Pesantren Sumber Pendidikan Mental Agama Allah (SPMAA) Turi menjadi </span></span><em><span style="font-weight: normal;">host </span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">kegiatan ini. Bertempat Di Aula Masjid Ruhullah, bakda sholat Jumat (10/12), acara diikuti 50-an peserta terdiri dari para santri, pelajar sekolah dasar, tokoh masyarakat dan ibu rumah tangga. </span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal; font-weight: normal;" align="JUSTIFY">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="JUSTIFY"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">Kabupaten Sumenep menjadi </span></span><em><span style="font-weight: normal;">finish</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"> dari rangkaian </span></span><em><span style="font-weight: normal;">roadshow </span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">ini. Acara digelar di warnet Rajanet, Sabtu (11/12), dari jam 10 pagi sampai jam 3 sore. Peserta sebanyak 70 orang mewakili pekerja sosial, guru, pelajar, mahasiswa, organisasi wanita, ibu rumah tangga dan tokoh agama/masyarakat.</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spmaa.or.id/headline/tahun/2010/bulan/12/tanggal/11/718/spmaa-roadshow-internet-keluarga-di-4-kota.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Positive Deviance, Praktisi dari Kepulauan Karibia Nyantri di SPMAA</title>
		<link>http://spmaa.or.id/headline/tahun/2010/bulan/02/tanggal/02/340/belajar-positive-deviance-praktisi-dari-kepulauan-karibia-nyantri-di-spmaa.html</link>
		<comments>http://spmaa.or.id/headline/tahun/2010/bulan/02/tanggal/02/340/belajar-positive-deviance-praktisi-dari-kepulauan-karibia-nyantri-di-spmaa.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 07:01:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gusadhim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan dan Pesantren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spmaa.or.id/?p=340</guid>
		<description><![CDATA[

David Gasser, 50 th, praktisi dari Puerto Rico menyambangi Ponpes SPMAA Lamongan, Senin (25/1). Sebagai seorang praktisi positive deviance, ia tertarik mempelajari kiprah Yayasan SPMAA dalam membumikan ajaran Islam di semua sektor kemasyarakatan. Terutama teladan Bapak Guru MA. Muchtar yang telah mempelopori praktik positive deviance sejak tahun 1961. 
Selama sehari semalam, bapak dua anak ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">
<div id="attachment_353" class="wp-caption alignleft" style="width: 510px"><a href="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/02/davidimasjid.JPG"><img class="size-full wp-image-353" title="davidimasjid" src="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/02/davidimasjid.JPG" alt="David (tengah) diapit pengurus, saat taaruf bersama para santri di Masjid Ruhullah SPMAA" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">David (tengah) diapit pengurus, saat taaruf bersama para santri di Masjid Ruhullah SPMAA</p></div>
<p>David Gasser, 50 th, praktisi dari Puerto Rico menyambangi Ponpes SPMAA Lamongan, Senin (25/1). Sebagai seorang praktisi <em>positive deviance, </em><span style="font-style: normal;">i</span>a tertarik mempelajari kiprah Yayasan SPMAA dalam membumikan ajaran Islam di semua sektor kemasyarakatan. Terutama teladan Bapak Guru MA. Muchtar yang telah mempelopori praktik <em>positive deviance </em><span style="font-style: normal;">sejak tahun 1961. </span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">Selama sehari semalam, bapak dua anak ini <em>nyantri </em><span style="font-style: normal;">belajar </span>mengamati proses kehidupan di komunitas pesantren. Dengan antusias, David mengikuti semua jadwal kegiatan mulai dari <em>taaruf </em><span style="font-style: normal;">di masjid, </span>sholat berjamaah, ngaji tafsir, hingga makan bersama para santri. Sesekali ia merekam proses kegiatan dengan kamera DSLR dan <em>smartphone</em><span style="font-style: normal;"> yang selalu ditentengnya.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">Setelah berdiskusi intensif dengan pengasuh dan mengikuti semua kegiatan, David mengaku banyak mendapatkan pencerahan. Melalui program-program nyata Yayasan SPMAA, betapa ajaran Islam ternyata mengakomodir nilai-nilai <em>positive deviance</em><span style="font-style: normal;"> meski dengan pendekatan yang berbeda. </span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-style: normal;"> Praktik <em>positive deviance</em></span><span style="font-style: normal;"> yang dilakukan Yayasan SPMAA antara lain melalui program asuhan dini tumbuh kembang anak (Adituka) dan peningkatan gizi /nutrisi anak di keluarga komunitas </span><span style="font-style: normal;"><em>slum area</em></span><span style="font-style: normal;"><em> </em>urban perkotaan. Konsep itu juga diterapkan di komunitas pesantren dan di wilayah rural pedesaan.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-style: normal;">Secara khusus David mengagumi pendiri Yayasan SPMAA, Bapak Guru MA. Muchtar, sebagai orang pilihan yang diberkati dan sulit ditemukan bandingannya saat ini. “He&#8217;s remarkable man,” katanya.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">Selain mengikuti proses belajar di komplek pesantren, pria keturunan Polandia-Rusia ini juga menyambangi siswa-siswi di sekolah milik Yayasan SPMAA. Di sekolah, David bercerita tentang Puerto Rico <em>&#8211; yang terletak di Kepulauan Karibia dan dekat dengan Haiti ini&#8211; </em>ternyata memiliki banyak kesamaan dengan Indonesia. Terutama letak geografis sebagai negara kepulauan dan iklimnya yang sama-sama tropis.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spmaa.or.id/headline/tahun/2010/bulan/02/tanggal/02/340/belajar-positive-deviance-praktisi-dari-kepulauan-karibia-nyantri-di-spmaa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggenjot Open Source di Pesantren</title>
		<link>http://spmaa.or.id/headline/tahun/2010/bulan/01/tanggal/21/112/menggenjot-open-source-di-pesantren.html</link>
		<comments>http://spmaa.or.id/headline/tahun/2010/bulan/01/tanggal/21/112/menggenjot-open-source-di-pesantren.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 04:27:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan dan Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[BlankOn]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[Menggenjot Open Source di Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[sabily]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu islami]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu Muslim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spmaa.or.id/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[ 
Lamongan &#8211; Sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye penggunaan  perangkat lunak legal berbasis open source di Indonesia, Yayasan pondok pesantren SPMAA Turi Lamongan mengadakan sosialisasi dan pelatihan bertajuk  &#8216;Bahtsul MasaiLINUX Bersama POS-MOS (Pesantren Open Source – Madrasah Open Source): Dasar-dasar Desktop Ubuntu dan Web Berbasis CMS&#8217;.
Menempati Aula Masjid Ruhullah Yayasan Ponpes SPMAA, kegiatan diikuti 30 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_118" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><strong><strong><a href="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/01/peserta-aktif-TOT1.JPG"><img class="size-full wp-image-118" title="peserta aktif TOT" src="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/01/peserta-aktif-TOT1.JPG" alt="Peserta Bahtsul MasaiLinux POS-MOS tekun mengikuti materi" width="300" height="400" /></a></strong></strong><p class="wp-caption-text">Peserta Bahtsul MasaiLinux POS-MOS tekun mengikuti materi</p></div>
<p><strong>Lamongan</strong> &#8211; Sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye penggunaan  perangkat lunak legal berbasis open source di Indonesia, Yayasan pondok pesantren SPMAA Turi Lamongan mengadakan sosialisasi dan pelatihan bertajuk  &#8216;Bahtsul MasaiLINUX Bersama POS-MOS (Pesantren Open Source – Madrasah Open Source): Dasar-dasar Desktop Ubuntu dan Web Berbasis CMS&#8217;.</p>
<p>Menempati Aula Masjid Ruhullah Yayasan Ponpes SPMAA, kegiatan diikuti 30 peserta yang terdiri dari pengelola madrasah dan pesantren, murid/santri, serta komunitas pegiat open source yang ada di Kabupaten Lamongan.</p>
<p>Pelatihan ini dibuka bersama oleh Direktur Yayasan Ponpes SPMAA, Gus H. Khosyi&#8217;in Kocoworo Brenggolo, S.Ag., dan Kepala Kantor PDE Kabupaten Lamongan, Drs. Hurip Tjahjono, M.Hum.</p>
<p>Dikatakan Gus Adhim dari sekretariat POS-MOS Yayasan SPMAA, selama sepuluh hari peserta akan belajar dasar-dasar penggunaan sistem operasi dan paket aplikasi komputer berbasis open source.</p>
<p>Distro Ubuntu Muslim Edition atau yang lebih dikenal dengan Sabily sengaja dipilih untuk menyesuaikan komunitas dan lingkungan pesantren. Pelatihan yang didampingi fasilitator dari Yayasan Air Putih ini juga mengajari peserta praktik pengelolaan web berbasis CMS (content management system).</p>
<p>Direktur Yayasan Ponpes SPMAA, Gus Khosyi&#8217;in mengharapkan, kegiatan ini bisa menjadi gerakan alternatif dalam upaya menekan angka pembajakan dan pemakaian perangkat lunak illegal di tanah air. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa filosofi dan semangat open source telah lama diterapkan di pondok pesantren SPMAA.</p>
<p>&#8220;Sejak awal dirintis oleh Bapa Guru MA. Muchtar tahun 1961, proses pembelajaran di pesantren dan madrasah SPMAA menganut sistem terbuka. Sumber belajar dan peserta bisa datang dari mana saja, sehingga istilah open source bagi kami bukan hanya berlaku pada isu teknologi komputer semata, tapi juga pada falsafah proses pengajarannya,&#8221; kata Gus Khosyi&#8217;in dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Kamis (14/1/2010).</p>
<p>Sementara itu Kepala Kantor PDE Kabupaten Lamongan, Drs. Hurip Tjahjono, M.Hum., menyampaikan apresiasi dan komitmennya untuk mendukung  keberlanjutan dari kegiatan POS-MOS ini.</p>
<p>&#8220;Kami mewakili institusi pemerintah siap bekerjasama dengan berbagai elemen masyarakat dan komunitas agar kampanye open source ini semakin meluas sehingga target tahun 2011 sebagai tenggat akhir migrasi penggunaan opensource bisa tercapai,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Pesantren Open Source – Madrasah Open Source (POS MOS) merupakan program inisiatif Yayasan Ponpes SPMAA yang dideklarasikan pada tanggal 20 Agustus 2009. Program yang menyasar pesantren dan madrasah se-Indonesia ini bertujuan membantu pemerintah dalam kampanye Indonesia Go Open Source (IGOS).</p>
<p>&#8220;Selain berfungsi sebagai wadah komunitas pesantren/madrasah pengguna open source, program POS-MOS juga mengemban misi pengembangan pesantren dan madrasah terutama dalam pemanfaatan sumber daya,&#8221; imbuh Gus Adhim.</p>
<p>Penggunaan istilah POS-MOS merujuk pada filosofi, semangat dan gerakan open source: Ilmu, pengetahuan, teknologi terbuka dan boleh dinikmati siapa saja untuk sebesar-besarnya kemakmuran umat dunia akhirat. Secara umum visi POS-MOS adalah &#8216;Menjadikan Pesantren dan Madrasah Sebagai Institusi Pendidikan Terbuka, Mudah, Murah, Mardhatillah, dan Menjangkau Semua&#8217;.</p>
<p>Hingga saat ini kegiatan yang telah digelar POS-MOS antara lain: sosialisasi ke pesantren/madrasah melalui event rutin &#8216;Bahtsul MasaiLINUX Bersama POS-MOS&#8217;, silaturahmi antar komunitas open source, advokasi ke pemerintah, penggalangan dukungan lewat group di Facebook dan juga hibah komputer bagi sekolah melalui kampanye &#8216;Satu Komputer Untuk Ma&#8217;had &amp; Madrasah&#8217; atau disingkat SERUMAH.</p>
<p>Foto kegiatan bisa dilihat <a href="http://picasaweb.google.com/yayasanspmaa/BahtsulMasaiLinuxBersamaPOSMOS#" target="_blank">di sini</a></p>
<p><strong> (	ash	/	ash	) </strong></p>
<p><strong>Sumber : <a href="http://www.detikinet.com/read/2010/01/14/092016/1278054/404/menggenjot-open-source-di-pesantren">detik.com</a><br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spmaa.or.id/headline/tahun/2010/bulan/01/tanggal/21/112/menggenjot-open-source-di-pesantren.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

