<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sumber Pendidikan Mental Agama Allah &#187; Lingkungan Hidup</title>
	<atom:link href="http://spmaa.or.id/topik/lingkungan-hidup/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://spmaa.or.id</link>
	<description>Ingat Allah, Ingat Mati dan Kasih Sesama</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Jun 2011 04:27:32 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Diksusi Peran CSR dalam Pembangunan Lingkungan yang Berkelanjutan</title>
		<link>http://spmaa.or.id/lingkungan-hidup/tahun/2010/bulan/07/tanggal/03/661/diksusi-peran-csr-dalam-pembangunan-lingkungan-yang-berkelanjutan.html</link>
		<comments>http://spmaa.or.id/lingkungan-hidup/tahun/2010/bulan/07/tanggal/03/661/diksusi-peran-csr-dalam-pembangunan-lingkungan-yang-berkelanjutan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 07:25:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gusadhim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spmaa.or.id/?p=661</guid>
		<description><![CDATA[
Surabaya &#8211; Dalam rangkaian acara Deklarasi Kaukus Anggota DPRD Peduli Lingkungan, Yayasan SPMAA menggelar diskusi bersama dunia usaha, aktifis pegiat lingkungan, dan wakil dari institusi pendidikan di Hotel Sahid Surabaya, Sabtu (3/7/2010).
Topik diskusi membahas peran Corporate Social Responsibility (CSR) dalam pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Gus 	Hafidh dari Yayasan SPMAA menguraikan tentang definisi 3P [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"><span style="font-family: Garamond,serif;"><span style="font-weight: normal;"><strong>Surabaya</strong> &#8211; Dalam rangkaian acara Deklarasi Kaukus Anggota DPRD Peduli Lingkungan, Yayasan SPMAA menggelar diskusi bersama dunia usaha, aktifis pegiat lingkungan, dan wakil dari institusi pendidikan di Hotel Sahid Surabaya, Sabtu (3/7/2010).</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"><span style="font-family: Garamond,serif;"><span style="font-weight: normal;">Topik diskusi membahas peran </span></span><span style="font-family: Garamond,serif;"><em><span style="font-weight: normal;">Corporate Social Responsibility (CSR) </span></em></span><span style="font-family: Liberation Serif,Times New Roman,serif;"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">dalam pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Gus 	Hafidh dari Yayasan SPMAA menguraikan tentang definisi 3P (People, 	Planet, Profit) dalam lingkup pelaksanaan konsep CSR. </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"><span style="font-family: Liberation Serif,Times New Roman,serif;"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"> </span></span></span><span style="font-family: Liberation Serif,Times New Roman,serif;"><span style="font-style: normal;"><strong> </strong></span></span></p>
<div id="attachment_662" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><strong><strong><a href="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/07/diskusi-kaukus.JPG"><img class="size-medium wp-image-662" title="diskusi kaukus" src="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/07/diskusi-kaukus-300x199.jpg" alt="dari kiri ke kanan: Gus Hafidh SPMAA, Ibu Susi KLH-RI, Pak Johny KLH-RI" width="300" height="199" /></a></strong></strong><p class="wp-caption-text">dari kiri ke kanan: Gus Hafidh SPMAA, Ibu Susi KLH-RI, Ir. Bambang Suhartono Ketua Komisi E DPRD Jatim, dan Pak Johny KLH-RI</p></div>
<p><strong>People</strong><span style="font-family: Liberation Serif,Times New Roman,serif;"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">: 	program lingkungan harus berfokus pada manusianya. Jika manusianya 	sudah kenal Allah secara mendekat mendasar dan sadar peran dan tanggungjawab </span></span></span><span style="font-family: Liberation Serif,Times New Roman,serif;"><em><span style="font-weight: normal;">khalifatu 	fil ardi, </span></em></span><span style="font-family: Liberation Serif,Times New Roman,serif;"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">maka 	secara teratur alam dan lingkungan akan terkelola sesuai 	fitrah/sunnah kauniah penuh kasih. Manusia akan ketularan sifat rahman-rahim Allah SWt. Maka manusia akan menjadikan alam lingkungan sebagai umat yang mesti dikasihi.  Selanjutnya mewaspadai musuh setan di dalam hati yang 	mengajak serakah, mengajak iri-benci-dendam-hasud-pramrih, sifat boros, saling mengalahkan, dan sifat 	destruktif lainnya. </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"><span style="font-family: Liberation Serif,Times New Roman,serif;"><span style="font-style: normal;"> </span></span><span style="font-family: Liberation Serif,Times New Roman,serif;"><span style="font-style: normal;"><strong>Planet: </strong></span></span><span style="font-family: Liberation Serif,Times New Roman,serif;"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">Program 	lingkungan harus dijabarkan dalam dua dimensi planet yakni dunia 	akhirat. Kata kuncinya adalah tanggungjawab dan keberlanjutan. 	Tanggungjawab kepada Allah SWT sebagai pemilik alam dan lingkungan. 	Keberlanjutan perlu dipikikan jangan hanya sebatas di dunia saja. 	Tapi juga keberlanjutan tuntutan di akhirat. Jika kesadaran ini 	tumbuh, maka manusia/perusahaan dalam mengelola memanfaatkan 	lingkungannya akan selalu hati-hati, terencana dan tidak merusak. </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"><span style="font-family: Liberation Serif,Times New Roman,serif;"><span style="font-style: normal;"> </span></span><span style="font-family: Liberation Serif,Times New Roman,serif;"><span style="font-style: normal;"><strong>Profit: </strong></span></span><span style="font-family: Liberation Serif,Times New Roman,serif;"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">berfikir 	keuntungan dan kesejahteraan untuk semua manusia</span></span></span><span style="font-family: Liberation Serif,Times New Roman,serif;"><span style="font-style: normal;"><strong> </strong></span></span><span style="font-family: Liberation Serif,Times New Roman,serif;"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">dan 	lingkungan. Jangan hanya berfikir mengeruk keuntungan 	sebanyak-banyaknya untuk kelompok, perusahaan atau individu seorang 	saja. Jika intuisi ini tertanam dengan kuat, maka perusahaan atau 	individu yang berbisnis tidak akan serakah. Bisnis dijalankan dengan 	santun lingkungan dan penuh keseimbangan.</span></span></span></p>
<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-weight: normal;" align="justify"><span style="font-family: Garamond,serif;"> </span></p>
<div id="attachment_666" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/07/diksusi-CSR.JPG"><img class="size-medium wp-image-666" title="diksusi CSR" src="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/07/diksusi-CSR-300x200.jpg" alt="dari kiri: Suparto Wijoyo, M.Si, Ir. Johny, Faf Adisamsul, SE, Henry Bastaman, MES" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">dari kiri: Suparto Wijoyo, M.Si, Ir. Johny, Faf Adisamsul, SE, Henry Bastaman, MES</p></div>
<p>Pakar lingkungan dari Universitas Airlangga, Suparto Wijoyo, M.Si, menegaskan pentingnya menumbuhkan kesadaran diri dalam pembangunan lingkungan. Jika kesadaran diri akan pentingnya peduli lingkungan masih lemah, apapun usaha yang digagas program CSR akan sia-sia.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">“<span style="font-family: Garamond,serif;"><span style="font-weight: normal;">Kuncinya ada dalam diri kita sendiri. Tak perlu menunggu hibah CSR jika ingin menyelamatkan lingkungan. Laksanakan </span></span><span style="font-family: Garamond,serif;"><em><span style="font-weight: normal;">shodaqoh jariyah </span></em></span><span style="font-family: Garamond,serif;"><span style="font-weight: normal;">dengan menanam pohon”, jelasnya. </span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-weight: normal;" align="justify"><span style="font-family: Garamond,serif;">Faf Adisamsul, SE, praktisi CSR dari PT. Semen Gresik menjelaskan ruang lingkup pelaksanaan CSR yang efektif. </span>“<span style="font-family: Garamond,serif;">Strategi c<em>ommunity development</em><span style="font-style: normal;"> dengan pelayanan standar perusahaan internasional akan lebih menunjang pelaksanaan konsep CSR dan lebih efektif menyasar masyarakat penerima manfaat</span><em>”,</em><span style="font-style: normal;"> ungkapnya.</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-weight: normal;" align="justify"><span style="font-family: Garamond,serif;"><span style="font-style: normal;"><br />
</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal;" align="justify">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spmaa.or.id/lingkungan-hidup/tahun/2010/bulan/07/tanggal/03/661/diksusi-peran-csr-dalam-pembangunan-lingkungan-yang-berkelanjutan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yayasan SPMAA Ajak Anggota Dewan Deklarasikan Kaukus Parlemen Peduli Lingkungan</title>
		<link>http://spmaa.or.id/headline/tahun/2010/bulan/07/tanggal/03/648/648.html</link>
		<comments>http://spmaa.or.id/headline/tahun/2010/bulan/07/tanggal/03/648/648.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 06:57:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gusadhim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spmaa.or.id/?p=648</guid>
		<description><![CDATA[Surabaya -  Yayasan Ponpes SPMAA (Sumber Pendidikan Mental Agama Allah) didukung Kementerian Negara Lingkungan Hidup RI bersama belasan anggota DPRD dari kabupaten/kota di Jawa Timur mendeklarasikan “Kaukus Parlemen Peduli Lingkungan”, Sabtu pagi (3/7/2010).
Acara yang digelar di Hotel Sahid Surabaya ini dihadiri anggota DPRD lintas fraksi dari Lamongan, Bojonegoro, Jombang, Kediri, Nganjuk, Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Mojokerto, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya</strong> -  Yayasan Ponpes SPMAA (Sumber Pendidikan Mental Agama Allah) didukung Kementerian Negara Lingkungan Hidup RI bersama belasan anggota DPRD dari kabupaten/kota di Jawa Timur mendeklarasikan “Kaukus Parlemen Peduli Lingkungan”, Sabtu pagi (3/7/2010).</p>
<div id="attachment_649" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/07/deklarasi.JPG"><img class="size-medium wp-image-649" title="deklarasi" src="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/07/deklarasi-300x200.jpg" alt="Pembacaan deklarasi bersama anggota DPRD lintas fraksi" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Pembacaan deklarasi bersama anggota DPRD lintas fraksi</p></div>
<p>Acara yang digelar di Hotel Sahid Surabaya ini dihadiri anggota DPRD lintas fraksi dari Lamongan, Bojonegoro, Jombang, Kediri, Nganjuk, Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Mojokerto, Ngawi, Madiun, Magetan, Tuban dan Tulungagung. Acara ini juga diikuti perwakilan dari akademisi, dunia usaha, pekerja sosial, pegiat isu lingkungan, dan komunitas pesantren.</p>
<p>Gus Khosyi&#8217;in KWB, Direktur Yayasan SPMAA menjelaskan latar belakang deklarasi ini. Dia melihat potensi sumber daya lingkungan Indonesia yang sangat kaya. Tapi potensi itu sekarang nyaris musnah karena salah kelola. Melalui acara deklarasi ini, Gus Khosyi&#8217;in berharap bisa memperbaiki kesalahan itu melalui peran advokasi anggota dewan.</p>
<p>“Kita semua berkumpul dan berkomitmen memperbaiki kerusakan lingkungan yang terjadi kemudian mari bersama bekerja mengembalikan kejayaan dan keindahan lingkungan bangsa Indonesia”, harapnya.</p>
<p>Deklarasi yang dibacakan Ketua Komisi D DPRD Propinsi Jawa Timur, Ir. Bambang Suhartono ini, antara lain menyepakati komitmen anggota dewan dalam memperjuangkan hak warga masyarakat untuk memperoleh kualitas lingkungan hidup yang lebih baik, sehat, mardhatillah dan berkelanjutan dunia akhirat.</p>
<p>Anggota dewan juga akan sepakat bekerja dengan nilai cinta kasih tidak memiliki musuh manusia, ikhlas, jujur, amanah, profesional, serta siap bekerjasama dengan pihak peduli lainnya. Pernyataan deklarasi kemudian ditandangani bersama oleh Yayasan SPMAA, KLH-RI dan seluruh anggota dewan yang hadir.</p>
<div id="attachment_650" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/07/pakhenry.JPG"><img class="size-medium wp-image-650" title="pakhenry" src="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/07/pakhenry-300x217.jpg" alt="Dr. Henry Bastaman, MES, Deputy Menteri Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat" width="300" height="217" /></a><p class="wp-caption-text">Dr. Henry Bastaman, MES, Deputy Menteri Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat</p></div>
<p>Deputy Menteri Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Dr. Henry Bastaman, MES, dalam sambutannya mengharapkan acara ini dapat bermakna strategis bagi perjuangan pelestarian lingkungan ke depan.</p>
<p>“Terbentuknya Forum-forum Peduli Lingkungan Legislatif atau Kaukus Lingkungan Legislatif di hampir 90 kota/kabupaten dalam kurun waktu sekitar 4 tahun memberi angin segar terhadap program pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia. Karena legislatif memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan arah kebijakan pembangunan terutama dalam hal pengawasan, penganggaran dan legislasi.”, ungkap Henry.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spmaa.or.id/headline/tahun/2010/bulan/07/tanggal/03/648/648.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngaji Ayat-ayat Pelestarian Bumi Bersama Santri</title>
		<link>http://spmaa.or.id/lingkungan-hidup/tahun/2010/bulan/07/tanggal/02/657/ngaji-ayat-ayat-pelestarian-bumi-bersama-santri.html</link>
		<comments>http://spmaa.or.id/lingkungan-hidup/tahun/2010/bulan/07/tanggal/02/657/ngaji-ayat-ayat-pelestarian-bumi-bersama-santri.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 04:23:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gusadhim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spmaa.or.id/?p=657</guid>
		<description><![CDATA[
Lamongan &#8211; Deputy Menteri Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Dr. Henry Bastaman, MES, mengunjungi  kompleks pendidikan dan asrama Yayasan Pondok Pesantren Sumber Pendidikan Mental Agama Allah (SPMAA) di Desa Turi Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan, Jumat sore (2/3/2010). 
 
Kunjungan ini mengawali rangkaian kegiatan kerjasama Yayasan SPMAA dan Kementerian Negara Lingkungan Hidup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-weight: normal;" align="justify"><span style="font-family: Garamond,serif;"><strong>Lamongan</strong> &#8211; Deputy Menteri Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Dr. Henry Bastaman, MES, mengunjungi  kompleks pendidikan dan asrama Yayasan Pondok Pesantren Sumber Pendidikan Mental Agama Allah (SPMAA) di Desa Turi Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan, </span><span style="font-family: Garamond,serif;">Jumat sore (2/3/2010)</span><span style="font-family: Garamond,serif;">. </span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-weight: normal;" align="justify"><span style="font-family: Garamond,serif;"> </span></p>
<div id="attachment_658" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><span><a href="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/07/ngajibumi4.JPG"><img class="size-medium wp-image-658" title="ngajibumi4" src="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/07/ngajibumi4-225x300.jpg" alt="Deputy Menteri Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Dr. Henry Bastaman, MES" width="225" height="300" /></a></span><p class="wp-caption-text">Deputy Menteri Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Dr. Henry Bastaman, MES</p></div>
<p>Kunjungan ini mengawali rangkaian kegiatan kerjasama Yayasan SPMAA dan Kementerian Negara Lingkungan Hidup RI di Propinsi Jawa Timur. Menurut Gus Hafidh, Pembina Yayasan SPMAA sekaligus penggagas acara ini, komunitas santri sudah sepantasnya dilibatkan dalam aktifitas pelestarian lingkungan.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-weight: normal;" align="justify">“<span style="font-family: Garamond,serif;">Santri tidak boleh hanya duduk diam, bersarung dan menenggelamkan diri dalam lipatan kitab suci. Seorang santri juga harus aktif ngaji ayat-ayat pelestarian bumi dengan cara aksi nyata segera yang langsung bermanfaat untuk umat”, kata Gus Hafidh.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-weight: normal;" align="justify"><span style="font-family: Garamond,serif;">Yayasan Ponpes SPMAA sejak awal berdiri tahun 1961 telah memasukkan kurikulum pendidikan lingkungan secara integral ke dalam praktik pembelajarannya. Contohnya, pemanfaatan kotoran santri sebagai bahan bakar alternatif melalui program “Biogas Santri”, demplot percontohan sumur resapan, dan sistem sanitasi terpadu. Komplek asrama dan pendidikan milik pesantren ini juga nampak “hijau” oleh rindangnya tanaman serta lingkungannya </span><span style="font-family: Garamond,serif;">yang </span><span style="font-family: Garamond,serif;">terlihat bersih terawat. </span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-weight: normal;" align="justify">“<span style="font-family: Garamond,serif;">Di dalam kompleks asrama ini saja, ada 110 jenis tanaman obat dan tanaman lain yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi keluarga. Tanaman-tanaman itu hasil karya santri dan beberapa diantaranya memang dilombakan antar kelompok. Yang paling banyak menanam dan dinilai paling banyak manfaatnya, itulah yang menang”, kata seorang pengasuh pesantren.</span></p>
<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal; font-weight: normal;" align="justify"><span style="font-family: Garamond,serif;">Setelah meninjau kompleks pesantren, Dr. Henry didaulat memberikan ceramah umum kepada para santri.</span> <span style="font-family: Garamond,serif;">Dalam ceramahnya di hadapan ratusan santri dan pengasuh pesantren, Dr. Henry Bastaman, MES, menekankan pentingnya pola hidup hemat dan ramah lingkungan sebagaimana yang diajarkan oleh Islam. Pola hidup seperti itu sekaligus wujud syukur bangsa Indonesia kepada Allah SWT. Karena negeri ini dihadiahi sumber daya alam melimpah dan keanekaragaman hayati terlengkap di seantero bumi.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal; font-weight: normal;" align="justify">“<span style="font-family: Garamond,serif;">Kita bangsa Indonesia ini memiliki segalanya. Semua jenis biota, flora fauna, tanaman, dan buah-buahan yang ada di dunia, itu ada di Indonesia. Bahkan banyak keanekaragaman hayati yang hanya ada di Indonesia ini dan tidak dimiliki negara lain. Panjang garis pantai kita nomor tiga di dunia. Tambang bijih emas, permata, besi, perak, minyak bumi dan gas, semua kita punya. Makanya kita harus jaga kekayaan itu dengan pemanfaatan dan pengelolaan yang ramah alam, hemat, dan tidak berlebihan”, terang Henry.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-weight: normal;" align="justify"><span style="font-family: Garamond,serif;">Acara ini dilanjutkan taaruf salaman bersama seluruh para santri dan kemudian ditutup ramah tamah bersama pengurus Yayasan Ponpes SPMAA.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spmaa.or.id/lingkungan-hidup/tahun/2010/bulan/07/tanggal/02/657/ngaji-ayat-ayat-pelestarian-bumi-bersama-santri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Perut Kembali ke Perut</title>
		<link>http://spmaa.or.id/headline/tahun/2010/bulan/01/tanggal/28/221/dari-perut-kembali-ke-perut.html</link>
		<comments>http://spmaa.or.id/headline/tahun/2010/bulan/01/tanggal/28/221/dari-perut-kembali-ke-perut.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 13:10:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gusadhim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spmaa.or.id/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[Namanya &#8220;MCK++&#8221;. Inilah fasilitas paling mewah di seluruh Jalan Petojo Binatu I, Kelurahan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Betapa tidak, dibandingkan dengan rumah-rumah petak sempit di sekitarya, bangunan MCK itu memang tampak lebih mentereng. Seluruh lantai bangunan dilapisi keramik dengan cat biru cerah. Ada Miki Tikus dan Donal Sebek segala mejeng di dinding.
Di sanalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Namanya &#8220;MCK++&#8221;. Inilah fasilitas paling mewah di seluruh Jalan Petojo Binatu I, Kelurahan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Betapa tidak, dibandingkan dengan rumah-rumah petak sempit di sekitarya, bangunan MCK itu memang tampak lebih mentereng. Seluruh lantai bangunan dilapisi keramik dengan cat biru cerah. Ada Miki Tikus dan Donal Sebek segala mejeng di dinding.</p>
<p>Di sanalah 80 kepala keluarga warga Petojo bebas dan nyaman melepaskan hajat. MCK++ memang bukan sembarang tempat mandi-cuci-kakus biasa. Ada embel-embel &#8220;plus-plus&#8221;, karena MCK ini punya 11 kamar yang terdiri dari enam toilet, empat kamar mandi, serta satu kamar mandi ibu dan anak. Kamar mandi yang terakhir itu memang khusus. &#8220;Soalnya, itu satu-satunya yang ada <em>shower</em>-nya. Jadi, enak buat <em>mandiin</em> anak kecil,&#8221; kata Yuyun, 43 tahun, seorang ibu rumah tangga yang rumahnya hanya berjarak lima meter dari MCK++.</p>
<p>MCK++ seluas 125 meter persegi itu memang &#8220;mewah&#8221; karena dibiayai hibah murni USAID sebesar Rp 360 juta, April 2007. Limbah MCK++ ini pun tak digelontor begitu saja, melainkan disalurkan untuk diolah menjadi biogas. Instalasi biogas itu berupa sebuah kubah berdiameter 4,5 meter dan tinggi 1,75 meter. Kubah ini tertanam di depan toilet sehingga hanya tutupnya yang terlihat. Dari kubah itu mencuat pipa paralon yang berakhir pada kompor yang terletak di ruangan posyandu.</p>
<p>&#8220;MCK++ itu menggunakan sistem DEWATS atau <em>decentralized waste water treatment system</em>,&#8221; tutur Irwansyah, Ketua RW 08 Petojo yang menjadi penanggung jawab MCK. Ringkasnya, limbah yang dipisah menjadi limbah cair (urine, air bekas mandi dan cuci) dan padat (tinja).</p>
<p>Limbah cair masuk ke instalasi yang disebut <em>baffled reactor</em>, yang berada persis di bawah kamar mandi dan dibangun bersekat-sekat seluas seluas 9 x 4 meter. Di sanalah limbah cair diproses dan dibuang ke Sungai Krukut, yang mengalir persis di samping MCK. &#8220;Limbah itu sudah tidak mengandung bakteri <em>E. coli</em> yang membahayakan kesehatan,&#8221; kata Irwansyah.</p>
<p>Jika limbah cair dibuang, limbah padatnya dimasukkan ke instalasi kubah tadi. Setelah mengalami pengendapan dan pengolahan, tinja akan menghasilkan beberapa unsur biogas, terutama gas metan yang dapat dijadikan bahan bakar. Memang, sementara ini, biogas itu belum dapat disalurkan ke perumahan warga.</p>
<p>Soalnya, pasokan bahan bakunya belum cukup. &#8220;Katanya sih, masih belum bisa <em>disalurin</em> ke rumah-rumah. Sebab pipanya harus panjang dan gasnya masih belum memenuhi kapasitas maksimal,&#8221; kata Yuyun. Sementara ini, kompor biogas hanya bisa dipakai ramai-ramai di posyandu.</p>
<p>Toh, menurut Yuyun, masalah itu tak mengganggu antusias warga. Yuyun sering memasak air untuk mereka yang bekerja bakti membersihkan MCK++. &#8220;Sudah pernah coba pisang goreng rasa &#8216;t&#8217;?&#8221; tanya Yuyun sembari tertawa. Apa yang dimaksud dengan &#8220;t&#8221;, tak usah dibahas. Tapi Yuyun hanya bergurau. Makanan apa pun yang dimasak dengan kompor biogas tak berbau limbah. Buktinya, kalau ada acara posyandu, para balita sering mendapat bonus pisang goreng.</p>
<p>Tak hanya Petojo yang memiliki fasilitas &#8220;plus-plus&#8221;. Hampir tiap sore, para</p>
<div id="attachment_230" class="wp-caption alignright" style="width: 260px"><a href="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/01/ihsan3.jpg"><img class="size-full wp-image-230" title="ihsan" src="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/01/ihsan3.jpg" alt="Ihsan, 14 th, santri SPMAA yang sedang demo memasak memanfaatkan biogas" width="250" height="175" /></a><p class="wp-caption-text">Ihsan, 14 th, santri SPMAA yang sedang demo memasak memanfaatkan biogas</p></div>
<p>santri Yayasan Pondok Pesantren SPMAA (Sumber Pendidikan Mental Agama Allah) di Desa Turi, Kecamatan Turi, Lamongan, Jawa Timur, memanfaatkan kompor biogas mereka untuk memasak air atau menggoreng mi. Bahan bakarnya, ya, limbah WC dari 450 santri yang ada. &#8220;Idul Kurban kemarin, kami malah membakar sate dengan biogas tinja ini. Enak dan sama sekali tidak bau busuk,&#8221; kata Gus Hafid, Direktur SPMAA.</p>
<p>Biogas tinja milik SPMAA itu bisa bekerja dua jam terus-menerus tanpa mati. &#8220;Kalau masih mau dipakai, dimatikan dulu 5-10 menit supaya gas kembali terkumpul,&#8221; ujar Gus Adhim, Kepala Data dan Infomasi SPMAA.</p>
<p>Gagasan membuat biogas untuk pesantren itu timbul ketika Gus Hafid dan Adhim menjadi relawan korban tsunami di Aceh, 2004. Di sana, kakak beradik itu mendirikan lembaga pendidikan bagi anak-anak korban tsunami. Ketika itulah mereka bertemu dengan Kelompok Tani Thoyyibah yang berasal dari Salatiga, Jawa Tengah. Nah, &#8220;Kawan-kawan dari Salatiga inilah yang memberikan ide untuk membuat biogas dari tinja sapi di Aceh,&#8221; kata Gus Hafid.</p>
<p>Ketika kembali ke kampung halaman pada 2006, Gus Hafid berniat menerapkan gagasan biogas tinja itu. Hanya saja, bahan bakunya tidak berasal dari sapi, melainkan dari para santri. Maklum saja, SPMAA selalu kerepotan mengurus limbah 450 santri. Soalnya, &#8220;Tiga sampai empat bulan sekali kami harus panggil tukang sedot WC karena telah penuh tinja,&#8221; katanya.</p>
<p>Kini Gus Hafid mengaku bisa mengirit ongkos tukang sedot tinja dari Surabaya. Selain itu, dengan menggunakan biogas, SPMAA lebih menghemat bahan bakar. Bagian dapur pesantren rata-rata menghabiskan dua truk kayu bakar yang kini makan ongkos sekitar Rp 1,5 juta per bulan. &#8220;Setelah memakai biogas, pengeluaran itu juga bisa diirit,&#8221; tutur Gus Hafid.</p>
<p>Hanya saja, Gus Hafid mengakui, seperti yang terjadi di Petojo, penggunaan biogas tinja itu belum optimal. Sebagian santri perempuan masih merasa jijik makan makanan yang dimasak dengan biogas. &#8220;Seian itu, di kalangan para kiai masih terjadi pro-kontra tentang halal dan haramnya memasak dengan tinja ini,&#8221; kata Gus Hafid. Namun Gus Hafid optimistis karena biogas ini lebih banyak mendatangkan keuntungan. Apalagi, materi yang digunakan sebetulnya bukan kotoran lagi karena telah diolah menjadi unsur lain, yakni gas.</p>
<p>Masalah lain terkait dengan kapasitas limbah. Untuk sepenuhnya mengganti bahan bakar minyak, biogas memang membutuhkan lebih banyak limbah. Menurut kalkulasi Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP), kapasitas limbah biogas yang ideal mencapai 1 meter kubik. &#8220;Itu cukup untuk memasak satu keluarga (lima orang) selama tiga jam,&#8221; kata Nurhakim Ahmad, Humas LPTP.</p>
<p>Walaupun belum sepenuhnya dapat mengganti bahan bakar minyak, toh mereka yang menggunakan biogas sudah keburu senang. Instalasi biogas telah tumbuhan di mana-mana (lihat: <em>Siapa Mau Biogas?</em>). &#8220;Dulu warga di sini banyak yang kena diare. Sekarang, setelah biogas ada, jadi jarang. Bahkan banyak yang iri minta <em>dibuatin</em>,&#8221; kata Irwansyah.</p>
<p>sumber: http://www.gatra.com/artikel.php?id=112421</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spmaa.or.id/headline/tahun/2010/bulan/01/tanggal/28/221/dari-perut-kembali-ke-perut.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

