POS-MOS
Madrasah dan pesantren merupakan institusi pendidikan tertua di Indonesia. Ia memiliki identitas khas keagamaan, kental muatan kearifan lokal dan sarat nilai adiluhung keIndonesiaan: kebersamaan, kemandirian, kemerdekaan, & semangat gotong-royong.
Di satu sisi keberadaan pesantren/madrasah cenderung terabaikan karena keterbatasan: berada di pedesaan, minus sumber daya manusia, kurang sentuhan iptek, minimnya pembiayaan, serta sistem pendidikan yang belum adil terhadap mereka.
Namun di sisi lain, potensi pesantren/madrasah sangat memadai jika dilibatkan dalam gerakan moral yang membangun dan mencerdaskan. setidaknya dari kuantitas, keberadaan pesantren/madrasah bisa diandalkan sebagai jejaring sosial penguat ide-ide revolusioner yang bermanfaat untuk umat dunia akhirat.
Indonesia cerdas telah mengkampanyekan IGOS (Indonesia Go Open Source) tahun 2004. Suatu program kampanye pemasyarakatan penggunaan perangkat lunak legal berbasis opensource yang murah, mudah dan sah. Kegiatan ini dimotori oleh pemerintah dan komunitas peduli TI di Indonesia.

Dakwah terbuka dan berbagi pengetahuan melalui gerakan opensource. Gus Hafidh (kiri) menyerahkan suvenir kepada Direktur Sekolah Theologia Balewiyata Malang yang studi banding ke SPMAA
Yayasan Ponpes Sumber Pendidikan Mental Agama Allah (SPMAA) mengelaborasi semangat IGOS itu dalam program POS-MOS (Pesantren Open Source- Madrasah Open Source). Sebuah program yang mengadopsi program IGOS sekaligus mengkayakan dalam sistem proses belajar mengajar dan belajar-belajar.
Filosofi dan semangat gerakan sosial opensource diamal-sebarkan dalam proses ini. Selanjutnya kegiatan POS-MOS (Pesantren Open Source-Madrasah Open Source) ini diharapkan bisa diikuti oleh lembaga pendidikan Islam lainnya. Mengenai kegiatan utama kampanye POS-MOS ini meliputi :
1. Penyediaan, pelatihan, penggunaan dan pengembangan perangkat lunak legal berbasis opensource di lembaga pendidikan. Khusus kampanye ini dimulai dari Pesantren dan Madrasah yang relatif dari minus sumber daya sampai pada sekolah-sekolah yang banyak memiliki sumber daya.
2. Menjadikan pesantren dan madrasah sebagai institusi pendidikan yang terbuka bagi semua untuk menerima dan memberi pada pengkayaan pendidikan yang tidak buta sosial dan bersikap realis produktif serta bersahabat dengan fakta lingkungan. Karenanya siapapun bisa sebaga sumber belajar atau nara sumber dan fasilitator pada pesantren/madrasah yang menerapkan POS-MOS.
3. Kegiatan POS-MOS ini memiliki ciri utama mengoptimalkan sumber daya yang ada, murah, mudah, bermartabat, mardhatillah, sederhana, menjangkau semua serta dapat berinteraksi dengan komunitas dunia lintas negara dan bangsa. “Ilmu pengetahuan terbuka untuk semua dan menjadi hak siapa untuk memilikinya. Teknologi untuk sebesar-besarnya kemakmuran umat dunia akhirat” Keterbatasan bisa disiasati dengan potensi yang ada di sekitar kita. Pilihanku sistem pembelajaran opensource yang mardhatillah, murah, mudah, & sah. POS-MOS “Sekolah Bertaraf Dunia Akhirat”.




Entries (RSS)