Diksusi Peran CSR dalam Pembangunan Lingkungan yang Berkelanjutan

Surabaya – Dalam rangkaian acara Deklarasi Kaukus Anggota DPRD Peduli Lingkungan, Yayasan SPMAA menggelar diskusi bersama dunia usaha, aktifis pegiat lingkungan, dan wakil dari institusi pendidikan di Hotel Sahid Surabaya, Sabtu (3/7/2010).

Topik diskusi membahas peran Corporate Social Responsibility (CSR) dalam pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Gus Hafidh dari Yayasan SPMAA menguraikan tentang definisi 3P (People, Planet, Profit) dalam lingkup pelaksanaan konsep CSR.

dari kiri ke kanan: Gus Hafidh SPMAA, Ibu Susi KLH-RI, Pak Johny KLH-RI

dari kiri ke kanan: Gus Hafidh SPMAA, Ibu Susi KLH-RI, Ir. Bambang Suhartono Ketua Komisi E DPRD Jatim, dan Pak Johny KLH-RI

People: program lingkungan harus berfokus pada manusianya. Jika manusianya sudah kenal Allah secara mendekat mendasar dan sadar peran dan tanggungjawab khalifatu fil ardi, maka secara teratur alam dan lingkungan akan terkelola sesuai fitrah/sunnah kauniah penuh kasih. Manusia akan ketularan sifat rahman-rahim Allah SWt. Maka manusia akan menjadikan alam lingkungan sebagai umat yang mesti dikasihi.  Selanjutnya mewaspadai musuh setan di dalam hati yang mengajak serakah, mengajak iri-benci-dendam-hasud-pramrih, sifat boros, saling mengalahkan, dan sifat destruktif lainnya.

Planet: Program lingkungan harus dijabarkan dalam dua dimensi planet yakni dunia akhirat. Kata kuncinya adalah tanggungjawab dan keberlanjutan. Tanggungjawab kepada Allah SWT sebagai pemilik alam dan lingkungan. Keberlanjutan perlu dipikikan jangan hanya sebatas di dunia saja. Tapi juga keberlanjutan tuntutan di akhirat. Jika kesadaran ini tumbuh, maka manusia/perusahaan dalam mengelola memanfaatkan lingkungannya akan selalu hati-hati, terencana dan tidak merusak.

Profit: berfikir keuntungan dan kesejahteraan untuk semua manusia dan lingkungan. Jangan hanya berfikir mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya untuk kelompok, perusahaan atau individu seorang saja. Jika intuisi ini tertanam dengan kuat, maka perusahaan atau individu yang berbisnis tidak akan serakah. Bisnis dijalankan dengan santun lingkungan dan penuh keseimbangan.

dari kiri: Suparto Wijoyo, M.Si, Ir. Johny, Faf Adisamsul, SE, Henry Bastaman, MES

dari kiri: Suparto Wijoyo, M.Si, Ir. Johny, Faf Adisamsul, SE, Henry Bastaman, MES

Pakar lingkungan dari Universitas Airlangga, Suparto Wijoyo, M.Si, menegaskan pentingnya menumbuhkan kesadaran diri dalam pembangunan lingkungan. Jika kesadaran diri akan pentingnya peduli lingkungan masih lemah, apapun usaha yang digagas program CSR akan sia-sia.

Kuncinya ada dalam diri kita sendiri. Tak perlu menunggu hibah CSR jika ingin menyelamatkan lingkungan. Laksanakan shodaqoh jariyah dengan menanam pohon”, jelasnya.

Faf Adisamsul, SE, praktisi CSR dari PT. Semen Gresik menjelaskan ruang lingkup pelaksanaan CSR yang efektif. Strategi community development dengan pelayanan standar perusahaan internasional akan lebih menunjang pelaksanaan konsep CSR dan lebih efektif menyasar masyarakat penerima manfaat”, ungkapnya.




Download Center