TPU
TPU atau Tenaga Penyayang Umat adalah sebutan bagi setiap kader atau aktifis Yayasan SPMAA. Dalam aktifitas pelayanannya, TPU mengabdi secara ikhlas dan sukarela dengan tetap memenuhi asas profesionalitas seorang pekerja. Bidang pengabdian yang ditekuni para TPU bergantung pada keterampilan atau kecakapan hidup yang dimiliki.
Seorang TPU bisa datang dari berbagai profesi seperti petani, guru, paramedis, trainer, pewarta, pedagang, pekerja sosial profesional, pelajar, mahasiswa, bahkan anak-anak dini usia. Inilah filosofi seorang TPU yang menganut semangat slogan Berdoa, Belajar, dan Bekerja dalam kehidupannya.
Secara teknis-organisatoris, TPU dikader melalui pelatihan intensif di kelas selama 4 minggu. Calon TPU diseleksi dari santri SPMAA yang telah lulus dari SMU/MA. Materi yang diberikan adalah paduan muatan keagamaan, antropologi sosial, survival networking, kedisiplinan, kepemimpinan, psikologi komunikasi, pemetaan wilayah, writing skill, teknologi informasi, dan materi lain yang menunjang penugasan.
Setelah menyelesaikan pelatihan di kelas, para TPU akan diberangkatkan ke daerah-daerah terpencil nan jauh di seluruh pelosok Indonesia untuk praktik lapangan. Mereka hanya dibekali ongkos transportasi sampai di tujuan.
Selanjutnya mereka diharuskan bertahan di medan penugasan selama minimal empat bulan dengan terus melaporkan perkembangan ke pusat komando di Yayasan SPMAA secara rutin.
Para TPU tidak boleh meminta-minta, membebani atau bahkan menggantungkan hidup di komunitas tempat mereka bertugas. Sewaktu-waktu mereka harus siap ditarik pulang ke pusat komando.
Di tahapan inilah, para calon TPU akan diuji kesabarannya, loyalitas, militansi, ketahanan fisik-psikis, kecakapan intuitif dan kecerdasan mental-spiritualnya.
Setelah mampu menyelesaikan rangkaian pelatihan ini, para TPU akan menempati pos-pos kegiatan Yayasan SPMAA di kantor pusat atau di daerah yang membutuhkan pendampingan.
Menjadi TPU adalah pilihan hidup yang dilandasi ketauhidan, kekuatan komitmen dan keyakinan. Menjadi TPU bukan sekadar jaminan pekerjaan dan hidup layak seperti orang kebanyakan. Karena seorang TPU harus siap mematuhi sesanti “Berani Miskin Tidak Sempat Kaya”.
Seorang TPU dianggap lulus manakala ia sabar melaksanakan dan menyebarkan ajaran agama Allah hingga wafat menjemputnya.
Seorang TPU adalah pekerja karir dengan standar remunerasi PGA (Pegawai Gaji Akhirat). Kebanggaan, kesuksesan, kekayaan, kebahagiaan, dan kepuasan seorang TPU hanya boleh dinikmati di akhirat nanti. Sembilan puluh sembilan persen kenikmatan Tuhan yang tiada bandingannya di dunia.



Entries (RSS)