<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sumber Pendidikan Mental Agama Allah</title>
	<atom:link href="http://spmaa.or.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://spmaa.or.id</link>
	<description>Ingat Allah, Ingat Mati dan Kasih Sesama</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Jul 2010 07:34:23 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Diksusi Peran CSR dalam Pembangunan Lingkungan yang Berkelanjutan</title>
		<link>http://spmaa.or.id/lingkungan-hidup/tahun/2010/bulan/07/tanggal/03/661/diksusi-peran-csr-dalam-pembangunan-lingkungan-yang-berkelanjutan.html</link>
		<comments>http://spmaa.or.id/lingkungan-hidup/tahun/2010/bulan/07/tanggal/03/661/diksusi-peran-csr-dalam-pembangunan-lingkungan-yang-berkelanjutan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 07:25:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gusadhim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spmaa.or.id/?p=661</guid>
		<description><![CDATA[
Surabaya &#8211; Dalam rangkaian acara Deklarasi Kaukus Anggota DPRD Peduli Lingkungan, Yayasan SPMAA menggelar diskusi bersama dunia usaha, aktifis pegiat lingkungan, dan wakil dari institusi pendidikan di Hotel Sahid Surabaya, Sabtu (3/7/2010).
Topik diskusi membahas peran Corporate Social Responsibility (CSR) dalam pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Gus 	Hafidh dari Yayasan SPMAA menguraikan tentang definisi 3P [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"><span style="font-family: Garamond,serif;"><span style="font-weight: normal;"><strong>Surabaya</strong> &#8211; Dalam rangkaian acara Deklarasi Kaukus Anggota DPRD Peduli Lingkungan, Yayasan SPMAA menggelar diskusi bersama dunia usaha, aktifis pegiat lingkungan, dan wakil dari institusi pendidikan di Hotel Sahid Surabaya, Sabtu (3/7/2010).</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"><span style="font-family: Garamond,serif;"><span style="font-weight: normal;">Topik diskusi membahas peran </span></span><span style="font-family: Garamond,serif;"><em><span style="font-weight: normal;">Corporate Social Responsibility (CSR) </span></em></span><span style="font-family: Liberation Serif,Times New Roman,serif;"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">dalam pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Gus 	Hafidh dari Yayasan SPMAA menguraikan tentang definisi 3P (People, 	Planet, Profit) dalam lingkup pelaksanaan konsep CSR. </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"><span style="font-family: Liberation Serif,Times New Roman,serif;"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"> </span></span></span><span style="font-family: Liberation Serif,Times New Roman,serif;"><span style="font-style: normal;"><strong> </strong></span></span></p>
<div id="attachment_662" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><strong><strong><a href="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/07/diskusi-kaukus.JPG"><img class="size-medium wp-image-662" title="diskusi kaukus" src="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/07/diskusi-kaukus-300x199.jpg" alt="dari kiri ke kanan: Gus Hafidh SPMAA, Ibu Susi KLH-RI, Pak Johny KLH-RI" width="300" height="199" /></a></strong></strong><p class="wp-caption-text">dari kiri ke kanan: Gus Hafidh SPMAA, Ibu Susi KLH-RI, Ir. Bambang Suhartono Ketua Komisi E DPRD Jatim, dan Pak Johny KLH-RI</p></div>
<p><strong>People</strong><span style="font-family: Liberation Serif,Times New Roman,serif;"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">: 	program lingkungan harus berfokus pada manusianya. Jika manusianya 	sudah kenal Allah secara mendekat mendasar dan sadar peran dan tanggungjawab </span></span></span><span style="font-family: Liberation Serif,Times New Roman,serif;"><em><span style="font-weight: normal;">khalifatu 	fil ardi, </span></em></span><span style="font-family: Liberation Serif,Times New Roman,serif;"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">maka 	secara teratur alam dan lingkungan akan terkelola sesuai 	fitrah/sunnah kauniah penuh kasih. Manusia akan ketularan sifat rahman-rahim Allah SWt. Maka manusia akan menjadikan alam lingkungan sebagai umat yang mesti dikasihi.  Selanjutnya mewaspadai musuh setan di dalam hati yang 	mengajak serakah, mengajak iri-benci-dendam-hasud-pramrih, sifat boros, saling mengalahkan, dan sifat 	destruktif lainnya. </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"><span style="font-family: Liberation Serif,Times New Roman,serif;"><span style="font-style: normal;"> </span></span><span style="font-family: Liberation Serif,Times New Roman,serif;"><span style="font-style: normal;"><strong>Planet: </strong></span></span><span style="font-family: Liberation Serif,Times New Roman,serif;"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">Program 	lingkungan harus dijabarkan dalam dua dimensi planet yakni dunia 	akhirat. Kata kuncinya adalah tanggungjawab dan keberlanjutan. 	Tanggungjawab kepada Allah SWT sebagai pemilik alam dan lingkungan. 	Keberlanjutan perlu dipikikan jangan hanya sebatas di dunia saja. 	Tapi juga keberlanjutan tuntutan di akhirat. Jika kesadaran ini 	tumbuh, maka manusia/perusahaan dalam mengelola memanfaatkan 	lingkungannya akan selalu hati-hati, terencana dan tidak merusak. </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"><span style="font-family: Liberation Serif,Times New Roman,serif;"><span style="font-style: normal;"> </span></span><span style="font-family: Liberation Serif,Times New Roman,serif;"><span style="font-style: normal;"><strong>Profit: </strong></span></span><span style="font-family: Liberation Serif,Times New Roman,serif;"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">berfikir 	keuntungan dan kesejahteraan untuk semua manusia</span></span></span><span style="font-family: Liberation Serif,Times New Roman,serif;"><span style="font-style: normal;"><strong> </strong></span></span><span style="font-family: Liberation Serif,Times New Roman,serif;"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">dan 	lingkungan. Jangan hanya berfikir mengeruk keuntungan 	sebanyak-banyaknya untuk kelompok, perusahaan atau individu seorang 	saja. Jika intuisi ini tertanam dengan kuat, maka perusahaan atau 	individu yang berbisnis tidak akan serakah. Bisnis dijalankan dengan 	santun lingkungan dan penuh keseimbangan.</span></span></span></p>
<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-weight: normal;" align="justify"><span style="font-family: Garamond,serif;"> </span></p>
<div id="attachment_666" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/07/diksusi-CSR.JPG"><img class="size-medium wp-image-666" title="diksusi CSR" src="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/07/diksusi-CSR-300x200.jpg" alt="dari kiri: Suparto Wijoyo, M.Si, Ir. Johny, Faf Adisamsul, SE, Henry Bastaman, MES" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">dari kiri: Suparto Wijoyo, M.Si, Ir. Johny, Faf Adisamsul, SE, Henry Bastaman, MES</p></div>
<p>Pakar lingkungan dari Universitas Airlangga, Suparto Wijoyo, M.Si, menegaskan pentingnya menumbuhkan kesadaran diri dalam pembangunan lingkungan. Jika kesadaran diri akan pentingnya peduli lingkungan masih lemah, apapun usaha yang digagas program CSR akan sia-sia.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">“<span style="font-family: Garamond,serif;"><span style="font-weight: normal;">Kuncinya ada dalam diri kita sendiri. Tak perlu menunggu hibah CSR jika ingin menyelamatkan lingkungan. Laksanakan </span></span><span style="font-family: Garamond,serif;"><em><span style="font-weight: normal;">shodaqoh jariyah </span></em></span><span style="font-family: Garamond,serif;"><span style="font-weight: normal;">dengan menanam pohon”, jelasnya. </span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-weight: normal;" align="justify"><span style="font-family: Garamond,serif;">Faf Adisamsul, SE, praktisi CSR dari PT. Semen Gresik menjelaskan ruang lingkup pelaksanaan CSR yang efektif. </span>“<span style="font-family: Garamond,serif;">Strategi c<em>ommunity development</em><span style="font-style: normal;"> dengan pelayanan standar perusahaan internasional akan lebih menunjang pelaksanaan konsep CSR dan lebih efektif menyasar masyarakat penerima manfaat</span><em>”,</em><span style="font-style: normal;"> ungkapnya.</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-weight: normal;" align="justify"><span style="font-family: Garamond,serif;"><span style="font-style: normal;"><br />
</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal;" align="justify">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spmaa.or.id/lingkungan-hidup/tahun/2010/bulan/07/tanggal/03/661/diksusi-peran-csr-dalam-pembangunan-lingkungan-yang-berkelanjutan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yayasan SPMAA Ajak Anggota Dewan Deklarasikan Kaukus Parlemen Peduli Lingkungan</title>
		<link>http://spmaa.or.id/headline/tahun/2010/bulan/07/tanggal/03/648/648.html</link>
		<comments>http://spmaa.or.id/headline/tahun/2010/bulan/07/tanggal/03/648/648.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 06:57:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gusadhim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spmaa.or.id/?p=648</guid>
		<description><![CDATA[Surabaya -  Yayasan Ponpes SPMAA (Sumber Pendidikan Mental Agama Allah) didukung Kementerian Negara Lingkungan Hidup RI bersama belasan anggota DPRD dari kabupaten/kota di Jawa Timur mendeklarasikan “Kaukus Parlemen Peduli Lingkungan”, Sabtu pagi (3/7/2010).
Acara yang digelar di Hotel Sahid Surabaya ini dihadiri anggota DPRD lintas fraksi dari Lamongan, Bojonegoro, Jombang, Kediri, Nganjuk, Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Mojokerto, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya</strong> -  Yayasan Ponpes SPMAA (Sumber Pendidikan Mental Agama Allah) didukung Kementerian Negara Lingkungan Hidup RI bersama belasan anggota DPRD dari kabupaten/kota di Jawa Timur mendeklarasikan “Kaukus Parlemen Peduli Lingkungan”, Sabtu pagi (3/7/2010).</p>
<div id="attachment_649" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/07/deklarasi.JPG"><img class="size-medium wp-image-649" title="deklarasi" src="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/07/deklarasi-300x200.jpg" alt="Pembacaan deklarasi bersama anggota DPRD lintas fraksi" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Pembacaan deklarasi bersama anggota DPRD lintas fraksi</p></div>
<p>Acara yang digelar di Hotel Sahid Surabaya ini dihadiri anggota DPRD lintas fraksi dari Lamongan, Bojonegoro, Jombang, Kediri, Nganjuk, Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Mojokerto, Ngawi, Madiun, Magetan, Tuban dan Tulungagung. Acara ini juga diikuti perwakilan dari akademisi, dunia usaha, pekerja sosial, pegiat isu lingkungan, dan komunitas pesantren.</p>
<p>Gus Khosyi&#8217;in KWB, Direktur Yayasan SPMAA menjelaskan latar belakang deklarasi ini. Dia melihat potensi sumber daya lingkungan Indonesia yang sangat kaya. Tapi potensi itu sekarang nyaris musnah karena salah kelola. Melalui acara deklarasi ini, Gus Khosyi&#8217;in berharap bisa memperbaiki kesalahan itu melalui peran advokasi anggota dewan.</p>
<p>“Kita semua berkumpul dan berkomitmen memperbaiki kerusakan lingkungan yang terjadi kemudian mari bersama bekerja mengembalikan kejayaan dan keindahan lingkungan bangsa Indonesia”, harapnya.</p>
<p>Deklarasi yang dibacakan Ketua Komisi D DPRD Propinsi Jawa Timur, Ir. Bambang Suhartono ini, antara lain menyepakati komitmen anggota dewan dalam memperjuangkan hak warga masyarakat untuk memperoleh kualitas lingkungan hidup yang lebih baik, sehat, mardhatillah dan berkelanjutan dunia akhirat.</p>
<p>Anggota dewan juga akan sepakat bekerja dengan nilai cinta kasih tidak memiliki musuh manusia, ikhlas, jujur, amanah, profesional, serta siap bekerjasama dengan pihak peduli lainnya. Pernyataan deklarasi kemudian ditandangani bersama oleh Yayasan SPMAA, KLH-RI dan seluruh anggota dewan yang hadir.</p>
<div id="attachment_650" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/07/pakhenry.JPG"><img class="size-medium wp-image-650" title="pakhenry" src="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/07/pakhenry-300x217.jpg" alt="Dr. Henry Bastaman, MES, Deputy Menteri Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat" width="300" height="217" /></a><p class="wp-caption-text">Dr. Henry Bastaman, MES, Deputy Menteri Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat</p></div>
<p>Deputy Menteri Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Dr. Henry Bastaman, MES, dalam sambutannya mengharapkan acara ini dapat bermakna strategis bagi perjuangan pelestarian lingkungan ke depan.</p>
<p>“Terbentuknya Forum-forum Peduli Lingkungan Legislatif atau Kaukus Lingkungan Legislatif di hampir 90 kota/kabupaten dalam kurun waktu sekitar 4 tahun memberi angin segar terhadap program pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia. Karena legislatif memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan arah kebijakan pembangunan terutama dalam hal pengawasan, penganggaran dan legislasi.”, ungkap Henry.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spmaa.or.id/headline/tahun/2010/bulan/07/tanggal/03/648/648.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngaji Ayat-ayat Pelestarian Bumi Bersama Santri</title>
		<link>http://spmaa.or.id/lingkungan-hidup/tahun/2010/bulan/07/tanggal/02/657/ngaji-ayat-ayat-pelestarian-bumi-bersama-santri.html</link>
		<comments>http://spmaa.or.id/lingkungan-hidup/tahun/2010/bulan/07/tanggal/02/657/ngaji-ayat-ayat-pelestarian-bumi-bersama-santri.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 04:23:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gusadhim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spmaa.or.id/?p=657</guid>
		<description><![CDATA[
Lamongan &#8211; Deputy Menteri Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Dr. Henry Bastaman, MES, mengunjungi  kompleks pendidikan dan asrama Yayasan Pondok Pesantren Sumber Pendidikan Mental Agama Allah (SPMAA) di Desa Turi Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan, Jumat sore (2/3/2010). 
 
Kunjungan ini mengawali rangkaian kegiatan kerjasama Yayasan SPMAA dan Kementerian Negara Lingkungan Hidup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-weight: normal;" align="justify"><span style="font-family: Garamond,serif;"><strong>Lamongan</strong> &#8211; Deputy Menteri Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Dr. Henry Bastaman, MES, mengunjungi  kompleks pendidikan dan asrama Yayasan Pondok Pesantren Sumber Pendidikan Mental Agama Allah (SPMAA) di Desa Turi Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan, </span><span style="font-family: Garamond,serif;">Jumat sore (2/3/2010)</span><span style="font-family: Garamond,serif;">. </span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-weight: normal;" align="justify"><span style="font-family: Garamond,serif;"> </span></p>
<div id="attachment_658" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><span><a href="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/07/ngajibumi4.JPG"><img class="size-medium wp-image-658" title="ngajibumi4" src="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/07/ngajibumi4-225x300.jpg" alt="Deputy Menteri Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Dr. Henry Bastaman, MES" width="225" height="300" /></a></span><p class="wp-caption-text">Deputy Menteri Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Dr. Henry Bastaman, MES</p></div>
<p>Kunjungan ini mengawali rangkaian kegiatan kerjasama Yayasan SPMAA dan Kementerian Negara Lingkungan Hidup RI di Propinsi Jawa Timur. Menurut Gus Hafidh, Pembina Yayasan SPMAA sekaligus penggagas acara ini, komunitas santri sudah sepantasnya dilibatkan dalam aktifitas pelestarian lingkungan.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-weight: normal;" align="justify">“<span style="font-family: Garamond,serif;">Santri tidak boleh hanya duduk diam, bersarung dan menenggelamkan diri dalam lipatan kitab suci. Seorang santri juga harus aktif ngaji ayat-ayat pelestarian bumi dengan cara aksi nyata segera yang langsung bermanfaat untuk umat”, kata Gus Hafidh.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-weight: normal;" align="justify"><span style="font-family: Garamond,serif;">Yayasan Ponpes SPMAA sejak awal berdiri tahun 1961 telah memasukkan kurikulum pendidikan lingkungan secara integral ke dalam praktik pembelajarannya. Contohnya, pemanfaatan kotoran santri sebagai bahan bakar alternatif melalui program “Biogas Santri”, demplot percontohan sumur resapan, dan sistem sanitasi terpadu. Komplek asrama dan pendidikan milik pesantren ini juga nampak “hijau” oleh rindangnya tanaman serta lingkungannya </span><span style="font-family: Garamond,serif;">yang </span><span style="font-family: Garamond,serif;">terlihat bersih terawat. </span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-weight: normal;" align="justify">“<span style="font-family: Garamond,serif;">Di dalam kompleks asrama ini saja, ada 110 jenis tanaman obat dan tanaman lain yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi keluarga. Tanaman-tanaman itu hasil karya santri dan beberapa diantaranya memang dilombakan antar kelompok. Yang paling banyak menanam dan dinilai paling banyak manfaatnya, itulah yang menang”, kata seorang pengasuh pesantren.</span></p>
<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal; font-weight: normal;" align="justify"><span style="font-family: Garamond,serif;">Setelah meninjau kompleks pesantren, Dr. Henry didaulat memberikan ceramah umum kepada para santri.</span> <span style="font-family: Garamond,serif;">Dalam ceramahnya di hadapan ratusan santri dan pengasuh pesantren, Dr. Henry Bastaman, MES, menekankan pentingnya pola hidup hemat dan ramah lingkungan sebagaimana yang diajarkan oleh Islam. Pola hidup seperti itu sekaligus wujud syukur bangsa Indonesia kepada Allah SWT. Karena negeri ini dihadiahi sumber daya alam melimpah dan keanekaragaman hayati terlengkap di seantero bumi.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal; font-weight: normal;" align="justify">“<span style="font-family: Garamond,serif;">Kita bangsa Indonesia ini memiliki segalanya. Semua jenis biota, flora fauna, tanaman, dan buah-buahan yang ada di dunia, itu ada di Indonesia. Bahkan banyak keanekaragaman hayati yang hanya ada di Indonesia ini dan tidak dimiliki negara lain. Panjang garis pantai kita nomor tiga di dunia. Tambang bijih emas, permata, besi, perak, minyak bumi dan gas, semua kita punya. Makanya kita harus jaga kekayaan itu dengan pemanfaatan dan pengelolaan yang ramah alam, hemat, dan tidak berlebihan”, terang Henry.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-weight: normal;" align="justify"><span style="font-family: Garamond,serif;">Acara ini dilanjutkan taaruf salaman bersama seluruh para santri dan kemudian ditutup ramah tamah bersama pengurus Yayasan Ponpes SPMAA.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spmaa.or.id/lingkungan-hidup/tahun/2010/bulan/07/tanggal/02/657/ngaji-ayat-ayat-pelestarian-bumi-bersama-santri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengobatan Metode SEFT Bersama SANTANA SPMAA</title>
		<link>http://spmaa.or.id/events/tahun/2010/bulan/02/tanggal/12/486/pengobatan-metode-seft-bersama-santana-spmaa.html</link>
		<comments>http://spmaa.or.id/events/tahun/2010/bulan/02/tanggal/12/486/pengobatan-metode-seft-bersama-santana-spmaa.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 09:56:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gusadhim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spmaa.or.id/?p=486</guid>
		<description><![CDATA[Penyembuhan &#38; Pengobatan Metode SEFT Bagi Komunitas Pengguna Jasa Kereta Api di Lingkungan Stasiun Lamongan. Kegiatan ini GRATIS dan terbuka untuk umum.
Tempat     : Stasiun Kereta Api Lamongan
Hari/Tgl   : Sabtu, 13 Pebruari 2010
Waktu      : 06.00 &#8211; Selesai
Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren SPMAA), Santri Tanggap Bencana (SANTANA-SPMAA), Paguyuban Pengguna Kereta Api dan Komuter [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penyembuhan &amp; Pengobatan Metode SEFT Bagi Komunitas Pengguna Jasa Kereta Api di Lingkungan Stasiun Lamongan. Kegiatan ini GRATIS dan terbuka untuk umum.</p>
<p>Tempat     : Stasiun Kereta Api Lamongan</p>
<p>Hari/Tgl   : Sabtu, 13 Pebruari 2010</p>
<p>Waktu      : 06.00 &#8211; Selesai</p>
<p>Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren SPMAA), Santri Tanggap Bencana (SANTANA-SPMAA), Paguyuban Pengguna Kereta Api dan Komuter (PPKAK) Lamongan, dan SEFTer Centre Surabaya.</p>
<p>Untuk informasi lebih lanjut silakan menghubungi:</p>
<p>Gus Khos : 0813-31-63-77-61</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spmaa.or.id/events/tahun/2010/bulan/02/tanggal/12/486/pengobatan-metode-seft-bersama-santana-spmaa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Positive Deviance, Praktisi dari Kepulauan Karibia Nyantri di SPMAA</title>
		<link>http://spmaa.or.id/headline/tahun/2010/bulan/02/tanggal/02/340/belajar-positive-deviance-praktisi-dari-kepulauan-karibia-nyantri-di-spmaa.html</link>
		<comments>http://spmaa.or.id/headline/tahun/2010/bulan/02/tanggal/02/340/belajar-positive-deviance-praktisi-dari-kepulauan-karibia-nyantri-di-spmaa.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 07:01:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gusadhim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan dan Pesantren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spmaa.or.id/?p=340</guid>
		<description><![CDATA[

David Gasser, 50 th, praktisi dari Puerto Rico menyambangi Ponpes SPMAA Lamongan, Senin (25/1). Sebagai seorang praktisi positive deviance, ia tertarik mempelajari kiprah Yayasan SPMAA dalam membumikan ajaran Islam di semua sektor kemasyarakatan. Terutama teladan Bapak Guru MA. Muchtar yang telah mempelopori praktik positive deviance sejak tahun 1961. 
Selama sehari semalam, bapak dua anak ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">
<div id="attachment_353" class="wp-caption alignleft" style="width: 510px"><a href="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/02/davidimasjid.JPG"><img class="size-full wp-image-353" title="davidimasjid" src="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/02/davidimasjid.JPG" alt="David (tengah) diapit pengurus, saat taaruf bersama para santri di Masjid Ruhullah SPMAA" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">David (tengah) diapit pengurus, saat taaruf bersama para santri di Masjid Ruhullah SPMAA</p></div>
<p>David Gasser, 50 th, praktisi dari Puerto Rico menyambangi Ponpes SPMAA Lamongan, Senin (25/1). Sebagai seorang praktisi <em>positive deviance, </em><span style="font-style: normal;">i</span>a tertarik mempelajari kiprah Yayasan SPMAA dalam membumikan ajaran Islam di semua sektor kemasyarakatan. Terutama teladan Bapak Guru MA. Muchtar yang telah mempelopori praktik <em>positive deviance </em><span style="font-style: normal;">sejak tahun 1961. </span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">Selama sehari semalam, bapak dua anak ini <em>nyantri </em><span style="font-style: normal;">belajar </span>mengamati proses kehidupan di komunitas pesantren. Dengan antusias, David mengikuti semua jadwal kegiatan mulai dari <em>taaruf </em><span style="font-style: normal;">di masjid, </span>sholat berjamaah, ngaji tafsir, hingga makan bersama para santri. Sesekali ia merekam proses kegiatan dengan kamera DSLR dan <em>smartphone</em><span style="font-style: normal;"> yang selalu ditentengnya.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">Setelah berdiskusi intensif dengan pengasuh dan mengikuti semua kegiatan, David mengaku banyak mendapatkan pencerahan. Melalui program-program nyata Yayasan SPMAA, betapa ajaran Islam ternyata mengakomodir nilai-nilai <em>positive deviance</em><span style="font-style: normal;"> meski dengan pendekatan yang berbeda. </span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-style: normal;"> Praktik <em>positive deviance</em></span><span style="font-style: normal;"> yang dilakukan Yayasan SPMAA antara lain melalui program asuhan dini tumbuh kembang anak (Adituka) dan peningkatan gizi /nutrisi anak di keluarga komunitas </span><span style="font-style: normal;"><em>slum area</em></span><span style="font-style: normal;"><em> </em>urban perkotaan. Konsep itu juga diterapkan di komunitas pesantren dan di wilayah rural pedesaan.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-style: normal;">Secara khusus David mengagumi pendiri Yayasan SPMAA, Bapak Guru MA. Muchtar, sebagai orang pilihan yang diberkati dan sulit ditemukan bandingannya saat ini. “He&#8217;s remarkable man,” katanya.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">Selain mengikuti proses belajar di komplek pesantren, pria keturunan Polandia-Rusia ini juga menyambangi siswa-siswi di sekolah milik Yayasan SPMAA. Di sekolah, David bercerita tentang Puerto Rico <em>&#8211; yang terletak di Kepulauan Karibia dan dekat dengan Haiti ini&#8211; </em>ternyata memiliki banyak kesamaan dengan Indonesia. Terutama letak geografis sebagai negara kepulauan dan iklimnya yang sama-sama tropis.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spmaa.or.id/headline/tahun/2010/bulan/02/tanggal/02/340/belajar-positive-deviance-praktisi-dari-kepulauan-karibia-nyantri-di-spmaa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ancaman Hukuman bagi Muslim Yang Mengabaikan Sholat Jama&#8217;ah</title>
		<link>http://spmaa.or.id/kolom/tahun/2010/bulan/02/tanggal/01/331/siksa-bagi-orang-yang-mengabaikan-sholat-jamaah.html</link>
		<comments>http://spmaa.or.id/kolom/tahun/2010/bulan/02/tanggal/01/331/siksa-bagi-orang-yang-mengabaikan-sholat-jamaah.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 14:19:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>biddah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spmaa.or.id/?p=331</guid>
		<description><![CDATA[Ketika suara adzan dikumandangkan dari Masjid, labudda &#8216;alaikum untuk memenuhi panggilannya, akan tetapi apa yang terjadi?? Aktsaronnass mengabaikannya atau masih meneruskan aktifitas yang dikerjakannya. Bahkan merasa lebih penting pekerjaannya daripada sholat berjamaah di masjid.
Inilah fenomena yang jamak terjadi pada zaman sekarang ini. Dalam kajian terjemah Hadist Durrotun Nashihin dijelaskan,bahwa ada 12 macam ancaman siksa bagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika suara adzan dikumandangkan dari Masjid, labudda &#8216;alaikum untuk memenuhi panggilannya, akan tetapi apa yang terjadi?? Aktsaronnass mengabaikannya atau masih meneruskan aktifitas yang dikerjakannya. Bahkan merasa lebih penting pekerjaannya daripada sholat berjamaah di masjid.</p>
<p>Inilah fenomena yang jamak terjadi pada zaman sekarang ini. Dalam kajian terjemah Hadist Durrotun Nashihin dijelaskan,bahwa ada 12 macam ancaman siksa bagi orang yang mengabaikan sholat berjamaah.</p>
<p>1. Siksa di Dunia</p>
<p>2. Rizki yang didapatkan selama ini tidak akan barokah</p>
<p>3. Sinar cahaya iman hilang dari wajahnya</p>
<p>4. Di benci semua orang mu&#8217;min</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spmaa.or.id/kolom/tahun/2010/bulan/02/tanggal/01/331/siksa-bagi-orang-yang-mengabaikan-sholat-jamaah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SPMAA Hadiri 1st Regional Positive Deviance Forum di Bali</title>
		<link>http://spmaa.or.id/headline/tahun/2010/bulan/01/tanggal/29/258/spmaa-hadiri-1st-regional-positive-deviance-forum-di-bali.html</link>
		<comments>http://spmaa.or.id/headline/tahun/2010/bulan/01/tanggal/29/258/spmaa-hadiri-1st-regional-positive-deviance-forum-di-bali.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 12:23:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gusadhim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesejahteraan Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spmaa.or.id/?p=258</guid>
		<description><![CDATA[Bali &#8211; Yayasan SPMAA mendapat kesempatan berbagi praktik-praktik terbaik tentang program dan konsep positive deviance bersama komunitas internasional, pekan lalu (19-21/1). Bertempat di Hotel Le Meridien, Tanah Lot, Bali, Yayasan SPMAA diwakili oleh Glory Islamic, M.Si.
Pertemuan  selama tiga hari ini mengambil tajuk &#8220;From Villages to Hospital: Success Stories Against All Odds Appliying the Approach in [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bali</strong> &#8211; Yayasan SPMAA mendapat kesempatan berbagi praktik-praktik terbaik tentang program dan konsep <em>positive deviance</em> bersama komunitas internasional, pekan lalu (19-21/1). Bertempat di Hotel Le Meridien, Tanah Lot, Bali, Yayasan SPMAA diwakili oleh Glory Islamic, M.Si.</p>
<div id="attachment_263" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/01/regional-PD-Forum1.jpg"><img class="size-medium wp-image-263" title="regional PD Forum" src="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/01/regional-PD-Forum1-300x139.jpg" alt="peserta dan panelis dari Asia-Pasifik berfoto bersama" width="300" height="139" /></a><p class="wp-caption-text">Praktisi Positive Deviance dari regional Asia-Pasifik berfoto bersama</p></div>
<p>Pertemuan  selama tiga hari ini mengambil tajuk &#8220;From Villages to Hospital: Success Stories Against All Odds Appliying the Approach in Various  Sectors&#8221;. Seratusan peserta  dari regional Asia-Pasifik berdiskusi dan membagi pengalamannya dalam menggiatkan <em>positive deviance</em> di berbagai sektor.</p>
<p>Dalam forum internasional ini, Yayasan SPMAA memaparkan kisah sukses  <em>positive deviance</em> berdasarkan pengalaman ketika mendampingi program asuhan dini tumbuh kembang anak (Adituka)  dan kesehatan gizi keluarga di komunitas urban perkotaan.</p>
<div id="attachment_264" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/01/PD-FOrum1.JPG"><img class="size-medium wp-image-264" title="PD FOrum" src="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/01/PD-FOrum1-300x205.jpg" alt="Gus Glory, delegasi SPMAA, presentasi bersama panelis Positive Deviance, Profesor Arvhin dari Amerika" width="300" height="205" /></a><p class="wp-caption-text">Glory Islamic delegasi SPMAA, presentasi bersama Profesor Arvhin, pakar Positive Deviance dari Amerika</p></div>
<p>Yayasan SPMAA satu-satunya perwakilan unsur organisasi sipil berbasis pesantren dalam forum yang dihadiri praktisi <em>positive deviance </em>dari seluruh dunia ini.</p>
<p>Atas pencapainnya, pemaparan Yayasan SPMAA mendapat respon positif dari peserta forum. Salah seorang panelis dari Puerto Rico, David Gasser, bahkan menyempatkan diri datang ke Lamongan untuk melihat secara langsung praktik <em>positive deviance </em>di komunitas pesantren.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spmaa.or.id/headline/tahun/2010/bulan/01/tanggal/29/258/spmaa-hadiri-1st-regional-positive-deviance-forum-di-bali.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DUKUNG PILOT PROJECT NASIONAL, SPMAA SURABAYA GELAR PENGOBATAN GRATIS</title>
		<link>http://spmaa.or.id/berita-daerah/tahun/2010/bulan/01/tanggal/29/253/dukung-pilot-project-nasional-spmaa-surabaya-gelar-pengobatan-g.html</link>
		<comments>http://spmaa.or.id/berita-daerah/tahun/2010/bulan/01/tanggal/29/253/dukung-pilot-project-nasional-spmaa-surabaya-gelar-pengobatan-g.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 11:27:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gusadhim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Daerah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spmaa.or.id/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[Yayasan Sumber Pendidikan Mental Agama Allah (SPMAA) Surabaya menggelar pengobatan gratis bagi 250 anak jalanan (anjal) dan lanjut usia (lansia) di Tambak Wedi Kenjeran Surabaya Senin (15/8) Sore. Tujuannya, selain dalam rangka kepedulian di bulan Ramadan juga mendukung Propinsi Jatim sebagai Pilot Project Nasional dalam peraturan daerah (perda) Lansia
Ketua Yayasan SPMAA Surabaya, Khosyi&#8217;in Koco Woro [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yayasan Sumber Pendidikan Mental Agama Allah (SPMAA) Surabaya menggelar pengobatan gratis bagi 250 anak jalanan (anjal) dan lanjut usia (lansia) di Tambak Wedi Kenjeran Surabaya Senin (15/8) Sore. Tujuannya, selain dalam rangka kepedulian di bulan Ramadan juga mendukung Propinsi Jatim sebagai Pilot Project Nasional dalam peraturan daerah (perda) Lansia</p>
<p align="justify">Ketua Yayasan SPMAA Surabaya, Khosyi&#8217;in Koco Woro Brenggolo, ditemui usai pengobatan mengatakan, satu-satunya propinsi di Indonesia yang mempunyai Perda Lansia yakni Propinsi Jatim. Untuk itu, kegiatan ini mendukung Jatim sebagai pilot proyek nasional dalam perda lansia. ”Kepedulian Jatim kepada lansia perlu di dukung, salah satunya dengan mengadakan kegiatan pengobatan gratis ini,” katanya.</p>
<p align="justify">Ia menjelaskan, kegiatan ini juga satu rangkaian dengan Hari Anak Nasional. Pengobatan ini, dilakukan kepada 250 orang anjal dan lansia dampingan SPMAA yang berada di sekitar daerah Tambak Wedi kec Kenjeran. Total pengobatan ini dilakukan kepada 500 orang yang tersebar di berbagai daerah Surabaya seperti wonorejo dan rungkut.</p>
<p align="justify">Tujuan lain dari kegiatan ini adalah agar para lansia serta anak jalanan dapat menjalankan puasa dengan baik. Kesehatan merupakan faktor utama dalam menjalankan puasa. Apabila tubuh sehat, maka dalam menjalankan puasa akan baik. Ia berharap, dengan adanya kegiatan ini kepedulian pihak lain terhadap ajal dan lansia akan semakin terlihat.</p>
<p align="justify">”Saya berharap, semakin banyak LSM lain yang bekerjasma dengan pemerintah dan peduli terhadap anjal dan lansia,” katanya.  Dalam kegiatan ini, selain diadakan pengobatan gratis juga diadakan buka puasa bersama. Sebelum kegiatan buka puasa, diadakan tausiyah oleh Ust H Khosyiin Konco W. *(mlk)</p>
<p align="justify">sumber: http://www.jatimprov.go.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1625&amp;Itemid=98</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spmaa.or.id/berita-daerah/tahun/2010/bulan/01/tanggal/29/253/dukung-pilot-project-nasional-spmaa-surabaya-gelar-pengobatan-g.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengajian Umum</title>
		<link>http://spmaa.or.id/events/tahun/2010/bulan/01/tanggal/28/239/pengajian-umum.html</link>
		<comments>http://spmaa.or.id/events/tahun/2010/bulan/01/tanggal/28/239/pengajian-umum.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 02:31:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gusadhim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spmaa.or.id/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[Hari/tanggal   :  Setiap hari Ahad
Waktu                 : 08.00 &#8211; 12.00
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari/tanggal   :  Setiap hari Ahad</p>
<p>Waktu                 : 08.00 &#8211; 12.00</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spmaa.or.id/events/tahun/2010/bulan/01/tanggal/28/239/pengajian-umum.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Perut Kembali ke Perut</title>
		<link>http://spmaa.or.id/headline/tahun/2010/bulan/01/tanggal/28/221/dari-perut-kembali-ke-perut.html</link>
		<comments>http://spmaa.or.id/headline/tahun/2010/bulan/01/tanggal/28/221/dari-perut-kembali-ke-perut.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 13:10:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gusadhim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spmaa.or.id/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[Namanya &#8220;MCK++&#8221;. Inilah fasilitas paling mewah di seluruh Jalan Petojo Binatu I, Kelurahan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Betapa tidak, dibandingkan dengan rumah-rumah petak sempit di sekitarya, bangunan MCK itu memang tampak lebih mentereng. Seluruh lantai bangunan dilapisi keramik dengan cat biru cerah. Ada Miki Tikus dan Donal Sebek segala mejeng di dinding.
Di sanalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Namanya &#8220;MCK++&#8221;. Inilah fasilitas paling mewah di seluruh Jalan Petojo Binatu I, Kelurahan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Betapa tidak, dibandingkan dengan rumah-rumah petak sempit di sekitarya, bangunan MCK itu memang tampak lebih mentereng. Seluruh lantai bangunan dilapisi keramik dengan cat biru cerah. Ada Miki Tikus dan Donal Sebek segala mejeng di dinding.</p>
<p>Di sanalah 80 kepala keluarga warga Petojo bebas dan nyaman melepaskan hajat. MCK++ memang bukan sembarang tempat mandi-cuci-kakus biasa. Ada embel-embel &#8220;plus-plus&#8221;, karena MCK ini punya 11 kamar yang terdiri dari enam toilet, empat kamar mandi, serta satu kamar mandi ibu dan anak. Kamar mandi yang terakhir itu memang khusus. &#8220;Soalnya, itu satu-satunya yang ada <em>shower</em>-nya. Jadi, enak buat <em>mandiin</em> anak kecil,&#8221; kata Yuyun, 43 tahun, seorang ibu rumah tangga yang rumahnya hanya berjarak lima meter dari MCK++.</p>
<p>MCK++ seluas 125 meter persegi itu memang &#8220;mewah&#8221; karena dibiayai hibah murni USAID sebesar Rp 360 juta, April 2007. Limbah MCK++ ini pun tak digelontor begitu saja, melainkan disalurkan untuk diolah menjadi biogas. Instalasi biogas itu berupa sebuah kubah berdiameter 4,5 meter dan tinggi 1,75 meter. Kubah ini tertanam di depan toilet sehingga hanya tutupnya yang terlihat. Dari kubah itu mencuat pipa paralon yang berakhir pada kompor yang terletak di ruangan posyandu.</p>
<p>&#8220;MCK++ itu menggunakan sistem DEWATS atau <em>decentralized waste water treatment system</em>,&#8221; tutur Irwansyah, Ketua RW 08 Petojo yang menjadi penanggung jawab MCK. Ringkasnya, limbah yang dipisah menjadi limbah cair (urine, air bekas mandi dan cuci) dan padat (tinja).</p>
<p>Limbah cair masuk ke instalasi yang disebut <em>baffled reactor</em>, yang berada persis di bawah kamar mandi dan dibangun bersekat-sekat seluas seluas 9 x 4 meter. Di sanalah limbah cair diproses dan dibuang ke Sungai Krukut, yang mengalir persis di samping MCK. &#8220;Limbah itu sudah tidak mengandung bakteri <em>E. coli</em> yang membahayakan kesehatan,&#8221; kata Irwansyah.</p>
<p>Jika limbah cair dibuang, limbah padatnya dimasukkan ke instalasi kubah tadi. Setelah mengalami pengendapan dan pengolahan, tinja akan menghasilkan beberapa unsur biogas, terutama gas metan yang dapat dijadikan bahan bakar. Memang, sementara ini, biogas itu belum dapat disalurkan ke perumahan warga.</p>
<p>Soalnya, pasokan bahan bakunya belum cukup. &#8220;Katanya sih, masih belum bisa <em>disalurin</em> ke rumah-rumah. Sebab pipanya harus panjang dan gasnya masih belum memenuhi kapasitas maksimal,&#8221; kata Yuyun. Sementara ini, kompor biogas hanya bisa dipakai ramai-ramai di posyandu.</p>
<p>Toh, menurut Yuyun, masalah itu tak mengganggu antusias warga. Yuyun sering memasak air untuk mereka yang bekerja bakti membersihkan MCK++. &#8220;Sudah pernah coba pisang goreng rasa &#8216;t&#8217;?&#8221; tanya Yuyun sembari tertawa. Apa yang dimaksud dengan &#8220;t&#8221;, tak usah dibahas. Tapi Yuyun hanya bergurau. Makanan apa pun yang dimasak dengan kompor biogas tak berbau limbah. Buktinya, kalau ada acara posyandu, para balita sering mendapat bonus pisang goreng.</p>
<p>Tak hanya Petojo yang memiliki fasilitas &#8220;plus-plus&#8221;. Hampir tiap sore, para</p>
<div id="attachment_230" class="wp-caption alignright" style="width: 260px"><a href="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/01/ihsan3.jpg"><img class="size-full wp-image-230" title="ihsan" src="http://spmaa.or.id/wp-content/uploads/2010/01/ihsan3.jpg" alt="Ihsan, 14 th, santri SPMAA yang sedang demo memasak memanfaatkan biogas" width="250" height="175" /></a><p class="wp-caption-text">Ihsan, 14 th, santri SPMAA yang sedang demo memasak memanfaatkan biogas</p></div>
<p>santri Yayasan Pondok Pesantren SPMAA (Sumber Pendidikan Mental Agama Allah) di Desa Turi, Kecamatan Turi, Lamongan, Jawa Timur, memanfaatkan kompor biogas mereka untuk memasak air atau menggoreng mi. Bahan bakarnya, ya, limbah WC dari 450 santri yang ada. &#8220;Idul Kurban kemarin, kami malah membakar sate dengan biogas tinja ini. Enak dan sama sekali tidak bau busuk,&#8221; kata Gus Hafid, Direktur SPMAA.</p>
<p>Biogas tinja milik SPMAA itu bisa bekerja dua jam terus-menerus tanpa mati. &#8220;Kalau masih mau dipakai, dimatikan dulu 5-10 menit supaya gas kembali terkumpul,&#8221; ujar Gus Adhim, Kepala Data dan Infomasi SPMAA.</p>
<p>Gagasan membuat biogas untuk pesantren itu timbul ketika Gus Hafid dan Adhim menjadi relawan korban tsunami di Aceh, 2004. Di sana, kakak beradik itu mendirikan lembaga pendidikan bagi anak-anak korban tsunami. Ketika itulah mereka bertemu dengan Kelompok Tani Thoyyibah yang berasal dari Salatiga, Jawa Tengah. Nah, &#8220;Kawan-kawan dari Salatiga inilah yang memberikan ide untuk membuat biogas dari tinja sapi di Aceh,&#8221; kata Gus Hafid.</p>
<p>Ketika kembali ke kampung halaman pada 2006, Gus Hafid berniat menerapkan gagasan biogas tinja itu. Hanya saja, bahan bakunya tidak berasal dari sapi, melainkan dari para santri. Maklum saja, SPMAA selalu kerepotan mengurus limbah 450 santri. Soalnya, &#8220;Tiga sampai empat bulan sekali kami harus panggil tukang sedot WC karena telah penuh tinja,&#8221; katanya.</p>
<p>Kini Gus Hafid mengaku bisa mengirit ongkos tukang sedot tinja dari Surabaya. Selain itu, dengan menggunakan biogas, SPMAA lebih menghemat bahan bakar. Bagian dapur pesantren rata-rata menghabiskan dua truk kayu bakar yang kini makan ongkos sekitar Rp 1,5 juta per bulan. &#8220;Setelah memakai biogas, pengeluaran itu juga bisa diirit,&#8221; tutur Gus Hafid.</p>
<p>Hanya saja, Gus Hafid mengakui, seperti yang terjadi di Petojo, penggunaan biogas tinja itu belum optimal. Sebagian santri perempuan masih merasa jijik makan makanan yang dimasak dengan biogas. &#8220;Seian itu, di kalangan para kiai masih terjadi pro-kontra tentang halal dan haramnya memasak dengan tinja ini,&#8221; kata Gus Hafid. Namun Gus Hafid optimistis karena biogas ini lebih banyak mendatangkan keuntungan. Apalagi, materi yang digunakan sebetulnya bukan kotoran lagi karena telah diolah menjadi unsur lain, yakni gas.</p>
<p>Masalah lain terkait dengan kapasitas limbah. Untuk sepenuhnya mengganti bahan bakar minyak, biogas memang membutuhkan lebih banyak limbah. Menurut kalkulasi Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP), kapasitas limbah biogas yang ideal mencapai 1 meter kubik. &#8220;Itu cukup untuk memasak satu keluarga (lima orang) selama tiga jam,&#8221; kata Nurhakim Ahmad, Humas LPTP.</p>
<p>Walaupun belum sepenuhnya dapat mengganti bahan bakar minyak, toh mereka yang menggunakan biogas sudah keburu senang. Instalasi biogas telah tumbuhan di mana-mana (lihat: <em>Siapa Mau Biogas?</em>). &#8220;Dulu warga di sini banyak yang kena diare. Sekarang, setelah biogas ada, jadi jarang. Bahkan banyak yang iri minta <em>dibuatin</em>,&#8221; kata Irwansyah.</p>
<p>sumber: http://www.gatra.com/artikel.php?id=112421</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spmaa.or.id/headline/tahun/2010/bulan/01/tanggal/28/221/dari-perut-kembali-ke-perut.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
